intens.news
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita

Kabut Asap di Palembang 80 Persen Akibat Titik Panas

0 21

Intens.news, PALEMBANG – Meningkatnya kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan lahan (Karhutla) di Wilayah Sumatera Selatan khususnya kota Palembang diakibatkan angin permukaan arah tenggara dan selatan dengan kecepatan 4-11 Knot (7-20 km/jam).

Kepala Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika SMB II Palembang diwakili kasi observasi dan informasi, Bambang Beny Setiaji mengatakan. Potensi masuknya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan ke sebagian besar wilayah kota Palembang diakibatkan ada beberapa titik panas 80 persen di wilayah sebelah tenggara kota Palembang.

“Yang berkontribusi asap masuk ke wilayah kota Palembang yakni wilayah Kabupaten Banyuasin 1, Tulung Selapan dan Mesuji, dan intensitas asap pekat terendah itu mulai pagi hari 04.00-07.00 wib, dan mulai tinggi pada pukul 16.00-20.00 wib, itu dikarenakan labilitas udara yang stabil (tidak ada massa udara naik) pada waktu-waktu tersebut,” ujarnya, Rabu (10/10/2019).

Diungkapkannya, Fenomena asap sendiri diindikasikan kelembapan yang rendah dengan partikel-partikel kering di udara, sehingga mengurangi jarak pandang, dan mengganggu pernafasan.

“Jarak pandang terendah pada pagi hari berkisar hanya 50-400 m dengan kelembapan pada saat itu 95-96 persen dengan keadaan cuaca Asap, ini berdampak 8 penerbangan di Bandara SMB II Palembang mengalamai delay,” ungkapnya.

Dia menghimbau, agar masyarakat senantiasa menggunakan masker dan berhati-hati saat bertransportasi pada pagi dan sore hari. Karena seiring potensi peningkatan partikel udara kering di udara sehingga menurunkan jarak pandang.

“Banyak-banyak mengkonsumsi air putih saat beraktifitas di luar rumah, karena udara akan terasa lebih terik pada siang hari, tetap untuk tidak melakukan pembakaran baik itu sampah rumah tangga maupun dalam pembukaan lahan pertanian/perkebunan, tetap update peringatan dini cuaca ekstrim BMKG di aplikasi infoBMKG di smartphone anda seiring potensi angin kencang terutama di Sumsel bagian Barat,” terangnya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More