intens.news
Mitra Informasi

Kampanye Daring Dinilai Banyak Kendala

0 50

Intens.news, PALEMBANG – Dari sekian banyak aturan kampanye di Peraturan Komisi Pemilihan Umun (PKPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumsel menilai belum ada satu paslon yang menggunakan sarana daring untuk berkampanye. Karena dianggap terlalu banyak kendala.

Hal itu diungkap oleh Koordinator Divisi Pengawasan Humas dan Hubungan Antar Lembaga dari Bawaslu Sumsel, Junaidi saat dikonfirmasi Jumat (9/10/2020).

“Terhitung sudah hampir dua pekan kampanye dilakukan, para paslon lebih memilih untuk berkampanye langsung dengan metode tatap muka langsung ke warga, karena lebih mudah dibanding dengan daring,” ungkapnya.

Menurut Junaidi, 13 paslon di tujuh kabupaten penyelenggara pilkada serentak di Sumsel, mengaku lebih senang melaksanakan kampanye door to door. Selain dengan cara kampanye langsung, metode tersebut dirasa lebih murah dan efektif.

‘”Paslon lebih senang door to door dianggap kampanye yang murah meriah dan langsung menyentuh masyarakat, istilahnya kampanye berbisik. Paslon juga memiliki waktu panjang untuk bertemu masyarakat secara langsung, dan dianggap efektif untuk menyampaikan visi dan misinya,” jelas dia.

Menurut Junaidi, sinyal yang berada di daerah tidak sebagus di kota juga menjadi sebab kampanye daring tidak diminati. Apalagi pilkada serentak di Sumsel kebanyakan berada di pelosok tujuh kabupaten.

“Kendala sinyal di sana tidak merata. Alat tertentu seperti google meet dan zoom, tidak semua masyarakat paham. Mereka juga belum tentu punya handphone, kalaupun ada kuotanya tidak ada,” ujarnya.

Untuk memastikan kampanye door to door berjalan sesuai aturan, Bawaslu Sumsel tetap melakukan pemantauan di lapangan. Tim paslon yang berkampanye juga dibatasi tidak lebih dari lima orang, mereka pun menggunakan protokol kesehatan.

“Kampanye dan rapat umum saat ini dilarang, termasuk kampanye terbatas. Kalaupun ada tatap muka maka dibatasi 50 orang tidak lebih,” katanya.

Sementara itu, Ketua KPU Sumsel, Kelly Mariana mengatakan, PKPU mengatur para paslon untuk menentukan metode kampanye. Hanya saja, mereka tidak boleh melakukan kampanye yang mengundang banyak orang. Pilihannya hanya secara daring atau door to door.

“Kampanye daring sudah dimulai sampai H-3 pencoblosan nanti. Paslon sudah bebas berkampanye lewat mana saja, online mengandalkan media sosial atau door to door tatap muka langsung,” tukasnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More