intens.news
Mitra Informasi

Kasus Gratifikasi Lahan di Muara Enim, Kejati Sebut Ada Keterlibatan Pihak Lain

0 166

Intens.news, PALEMBANG – Terkait pemeriksaan tehadap tersangka mantan Bupati Muara Enim, Muzakir Sai Sohar, dinyatakan telah menerima uang sebesar Rp600 juta.

Hal tersebut dikatakan Kasi Pidsus Kejati Sumsel, Zet Tadung Allo, usai melakukan pemeriksaan terhadap tersangka yang dimulai dari pukul 10.00 WIB, Senin (23/11/2020).

“Sementara yang bisa kami klarisifikasikan bahwa tersangka terbukti telah menerima uang Rp600 juta,” jelasnya.

Namun dikatakannya, pihaknya masih melakukan perkembangan dari kasus ini. Namun dari PT Ogan sendiri ada uang sebesar US400 Dollar yang diduga mengalir ke tersangka Muzakir Sai Sohar.

“Ini kami masih kemungkinan kita masih melakukan perkembangan kasus ini tapi mungkin ada pihak lain yang terikat dalam kasus ini. Karena isi ahli fungsi itu kan banyak. Jadi kita masih melakukan perkembangan,” terangnya.

Ditegaskannya juga selama 20 hari kedepan pihaknya akn terus melakukan pemeriksaan kedepannya terhadap  ketiga tersangka lainnya. “Iya selama 20 hari kedepan ia ditetapkan sebagai tahanan rutan Pakjo sampai pemeriksaan selesai begitupun dengan para tersangka lainnya,” jelasnya.

Ia juga menyatakan akibat perbuatannya keempat tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 uu no 20 tahun 2001 dan pasal 11 atau 12 B UU no 31 tahun 99 jo UU No 20 tahun 2001 dengan ancaman Maksimal 20 tahun penjara dan min 4 tahun penjara maksimal 12 tahun penjara.

Muzakir Sai Sohar ditetapkan sebagai tersangka lantaran terlibat perkara penerimaan suap gratifikasi alih fungsi lahan hutan produksi menjadi hutan tetap di Kabupaten Muara Enim pada 2014 yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp5,8 miliar.

Dari hasil pemeriksaan yang berjalan selama kurang lebih 5 jam tersebut, Kuasa Hukum terdakwa Firmansyah dan Handoyo menyatakan bahwa dalam pemeriksaan tadi masih dalam  bentuk Dokumentasi saja.

“Ya jadi hari ini pemeriksaannya masih dalam bentuk dokumentasi saja, dan masih menyesuaikan dari yang ditanya para penyidik  dengan dokumentasi yang ada,” ucapnya saat usai tersangka Muzakir Sai Sohar diperiksa.

Terkait uang yang diterima kliennya sebesar Rp600 juta itu pun sempat disinggungnya. Menurutnya  dalam pemeriksaan yang dimulai dari pukul 10.00 WIB pihak Kejati Sumsel menanyakan hal tersebut.

“Dari awal klien kami membantah penerimaan uang tersebut.  Klien kami sedikit pun tidak pernah menerima uang dari PT Perkebunan Mitra Ogan,” tegasnya.

Untuk diketahui Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel kembali mengamankan empat terdakwa  yang terlibat kasus suap dan gratifikasi alih fungsi lahan hutan produksi menjadi hutan tetap di Kabupaten Muara Enim tahun 2014 yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp5,8 miliar lebih, Jumat (13/11/2020).

Keempat tersangka tersebut ialah  Bupati Muara Enim periode 2014-2018 Muzakir Sai Sohar beserta tiga orang lainnya yakni HM Anjapri mantan Dirut PT. Mitra Ogan, Yan Satyananda yang merupakan mantan kabag akuntansi PT Perkebunan Mitra Ogan serta Abunawar Basyeban selaku konsultan.

“Dalam pemeriksaan tim pidsus Kejati Sumsel mendapati sejumlah kerugian negara, proyek tersebut merupakan proyek fiktif sehingga kami beranggapan ada total lost atau tidak ada kegiatan sama sekali,” ungkap Plt. Kejati Sumsel Oktavianus.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More