intens.news
Mitra Informasi

Kasus Pelecehan Profesi Guru Tuai Protes Bagi Honorer

0 407

Intens.news, PALEMBANG – Pernyataan Yesi Sulastri yang dianggap menghina profesi guru menuai protes dan kecaman bagi guru honorer yang ada di Kota Palembang bahkan ke daerah. Karena, unggahanan ini dianggap tidak sesuai dengan pendidikan yang disandangnya sebagai seorang sarjana.

David saputra, selaku ketua Forum Komunikasi Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori (FKGTH- NK) mengantakan, apa yang telah dilakukan Yesi harus diselesaikan secara kekeluargaan kebersamaan saja, sebab sesama honor ini dimaklumi karena apa yang dilakukannya ini tanpa sengaja.

“Kasus ini biarlah PGRI Sumsel yang akan mengklarifikasikannya, sebab PGRI sudah menjebatannya, Semua sudah diserahkan PGRI Provinsi,” ujarnya.

Dengan diserahkannya kasus ini kepada Ketua PGRI Provinsi, kata David, agar tidak menyebar kemana mana, “Kasus ini sudah menyebar ke Banyuasin, jadi cukup disini saja,” tegasnya.

“Semoga apa yang telah dilakukan oleh Yesi ini menjadi pembelajaran buat kita semua, sebab penghinaan terhadap profesi guru merupakan hal yang tak wajar, guru itu pahlawan tanpa tanda jasa, tanpa guru kita bukan siapa siapa, guru tak dapat tergantikan oleh apa pun,” tegasnya.

Sementara itu, Yulinar selaku guru honorer yang sudah mengabdi selama 24 Tahun di SDN 226 mengatakan, ini merupakan suatu perbuatan yang melecehkan bagi tenaga kependidikan khususnya guru honorer yang ada di kota Palembang bahkan guru honorer yang ada di Indonesia.

“Menganggap rendah sekali terhadap guru honorer dan merasah tersinggung dengan kalimat yang diunggahnya di media sosial beberapa waktu yang lalu. Meskipun gaji kami kecil akan tetapi kinerja kami tidak kalah dengan pegawai negeri sipil (PNS),” katanya.

“alau kami guru honorer akan tetapi stausnya sarjana semua bukan sebarang karena nasib kami yang belum berpihak mengenai kinerja kami juga boleh dibuktikan, sudah mengabdi 24 tahun masih dilecehkan juga. Sedangkan tugas kami ini mendidik generasi penerus anak – anak bangsa yang akan datang. Saya mewakili guru honorer lainya kejadian ini jangan sampai terulang lagi dan menjadi pembelajaran bagi kita semua,” tambah Yulinar dengan lantang.

Editor : Rian

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More