intens.news
Mitra Informasi

Kasus Pembunuhan Diduga Janggal, Keluarga Arian Minta Keadilan

0 234

Intens.news, PALEMBANG – Sidang kasus pembunuhan yang dilakukan Arian (30) warga OKU Timur terhadap Desi Lusiana pada tahun 2018 lalu yang sudah mendapat putusan hakim dan terdakwa divonis 13 tahun penjara diduga ada kejanggalan.   

Penasehat Hukum Terdakwa Agustinus Hermansyah bersama Pengecara Mangku Anom, mengatakan, pihaknya kini melaporkan kasus yang dinilai ada kejanggalan tersebut ke Komisi Yudisial (YK).

“Sidang putusan yang berlangsung di Batu Raja tersebut jelas ada kejanggalan, karena Arian yang merupakan pacar dari korban bukan pelaku pembunuhan. Sebab, dari bukti otopsi pembunuhan tidak terdapat sama sekali sidik jari dari terdakwa,” ungkap Mangku Anom, saat diwawancarai, Rabu (12/8/2020).

Tidak hanya itu, lanjut Anom, diduga juga ada indikasi ada permainan uang yang mempengaruhi dalam keputusan ini. “Selain tidak ada sidik jari dari terdakwa, sidang kasus ini juga diduga ada permainan uang yang mempengaruhi putusan hakim. Sekedar informasi, jaksa yang memproses kasus ini sudah diturunkan jabatannya oleh Kejaksaan Tinggi menjadi staf biasa,” bebernya.

Sementara, Ibu dari Arian yakni Ida mengatakan, meminta keadilan dari kasus anaknya tersebut. “Saya inggin keadilan dari kasus anak Saya, Arian memang sudah dijatuhkan hukuman 1 tahun penjara pada tahun 2019 namun, setelah beberapa bulan di timpa hukuman 5 tahun penjara, teryata oleh pengadilan dijatuhi hukuman selama 13 tahun penjara, kami keluarga tidak tahu sebabnya apa,” katanya.

Dikatakannya, Para Penasehat Hukum dan Pengecara datang ke Komisi Yudisial untuk membantu mencari keadilan yang seadil-adilnya.  “Membuka kezhaliman dalam proses pengadilan yang melarang pihak keluarga tidak di perbolehkan mengikuti persidangan, berharap Komisi Yudisial memberikan rekomendasi ke Mahkama Agung,” ucapnya.

Ia berharap agar hakim memproses kasus ini dengan seadil-adilnya dan tidak ada lagi kejengelan-kejengelan dalam persidangan. “Hanya itu yang kami pinta,” singkatnya.

Diketahui, kronologi kejadian kasus ini bermula pada akhir tahun 2018, Arian dituduh membunuh korban yang masih pacarnya sendiri, namun dari bukti yang sudah ada Arian tidak sama sekali melakukan pembunuhan, dari sidik jari, dan senjata lainnya semua tidak ada sidik jari terdakwa.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More