intens.news
Mitra Informasi

Kasus Positif COVID-19 Bertambah Signifikan, Alpian: Ini Masa Krusial

0 36

Intens.news, PAGARALAM – Kasus terkonfirmasi positif coronavirus disease 2019 (COVID-19) di Pagaralam mengalami peningkatan cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Tercatat, dalam sepekan ini saja, hampir 10 orang warga Pagaralam dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19, baik itu ada gejala maupun tanpa gejala. Bahkan satu di antaranya, yakni kasus 031, dinyatakan meninggal dunia.

Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni, saat dimintai tanggapan soal ini tak menampik, bahwa Minggu-Minggu ini atau Oktober, merupakan masa yang paling buruk buat Pagaralam.

Pasalnya, kata dia, pada empat bulan pertama (Maret-Juni), Pagaralam secara wilayah mampu mempertahankan nol atau nihil kasus corona. Walaupun ada, namun itu adalah warga Pagaralam yang terpapar di luar wilayah kota.

Sampai akhirnya Pagaralam diberikan kewenangan untuk menerapkan new normal atau adaptasi kebiasaan baru. “Di fase inilah Pagaralam mulai kebobolan dengan munculnya satu demi satu warga yang dinyatakan positif. Bahkan ada yang meninggal dunia,” jelasnya.

Dengan segala upaya, dan rutin mensosialisasikan tentang pentingnya protokol kesehatan (Prokes), akhirnya pada Agustus upaya memutus mata rantai COVID-19 pun berhasil dilakukan.

“Namun diawal-awal September kembali muncul kasus baru yang diduga kluster dari hajatan atau persedekahan,” ungkap Alpian.

Walikota mengatakan, Pemkot Pagaralam melalui Satgas COVID-19 tak hentinya melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk senantiasa menerapkan prokes ini.

Bahkan untuk penegakkan disiplin dalam prokes pun, Pemkot Pagaralam menerbitkan Perwako tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Masyarakat Aman dan Produktif di tengah pandemi COVID-19.

“Sanksi kepada pelanggar pun sudah diberlakukan. Dan segala macam bentuk kegiatan yang mengakibatkan orang banyak pun dilarang,” tegas Alpian.

Akan tetapi, kata Alpian, bukannya tambah waspada namun kesadaran semakin berkurang dengan berbagai macam alasan. Bahkan sampai tidak mempercayai bahwa COVID-19 ini benar-benar ada.

“Dan terbukti beberapa hari ini terjadi penambahan yang signifikan kasus positif bahkan meninggal dunia, dan ini adalah masa-masa krusial buat Pagaralam,” jelasnya.

Sementara dijelaskan Juru Bicara Satgas COVID-19 Pagaralam, Syamsul Bahri Burlian, bahwa update keseluruhan penyebaran COVID-19 hingga hari ini berjumlah 32 orang.

Dengan rincian proses pemantaun 12 orang, isolasi mandiri 10 orang, isolasi di RSUD Besemah Pagaralam satu orang, dan isolasi di Palembang satu orang, dinyatakan sembuh 17, serta meninggal dunia tiga orang. Dari jumlah tersebut, 28 orang terpapar di Pagaralam, dan empat terpapar di luar kota.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More