intens.news
Mitra Informasi

Kasus Suap Penerimaan Casis Polri Tahun 2016 Masih Terus Bergulir, Ada Tersangka Baru

0 51

Intens.news, PALEMBANG – Terkait  berkas perkara tersangka baru dalam perkara kasus dugaan suap penerimaan Calon Siswa ( Casis) Bintara Polri Polda Sumsel tahun 2016, telah dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Palembang. 

Hal itu disampaikan langsung Kasi Tindak  Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Palembang Dede M Yasin saat ditemui di ruangannya, Kamis (26/11/2020).

“Ya  pelimpahan tahap II berikut tersangka kasus dugaan suap penerimaan siswa Bintara Polri pada tahun 2016 telah dilimpahkan Pidsus Kejakasaan Agung (Kejagung) kepada kami,” ucapnya.

Pelimpahan tahap II itu merupakan perkara split dari kasus sebelumnya yakni mantan Kabidokkes Polda Sumsel Kombes Pol (Purn) Drg Soesilo Pradoto MKes serta Sekretaris Tim Rikkes Polda Sumsel AKBP Syaiful Yahya yang telah divonis hakim PN Palembang masing-masing dengan pidana penjara selama lima tahun dan empat tahun penjara.

“Tersangkanya yakni AKBP Edya Kurnia, polisi aktif bertugas di Polda Jawa Barat yang saat ini sudah kita lakukan penahanan di rutan Pakjo,” ujarnya.

Dijelaskannya, bahwa ditetapkannya AKBP Edya Kurnia sebagai tersangka ini adalah tersangka baru yang diduga turut menerima sejumlah uang suap sebagaimana yang disebutkan dalam dakwaan serta keterangan dari beberapa saksi yang dihadirkan pada persidangan perkara sebelumnya.

Dalam uraian singkat, Dede menyebutkan bahwa pada tahun 2016 tersangka diduga turut menerima sejumlah uang senilai Rp 2 Miliar yang berasal dari 100 orang titipan calon Bintara melalui terpidana AKBP Syaiful Yahya serta uang sebesar Rp 540 Juta diduga fee atas diluluskannya 317 orang titipan calon Bintara.

Untuk itu tersangka dijerat dengan pasal 12a Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang R.I Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman pidana minimal 4 tahun.

“Untuk selanjutnya maksimal 20 hari kerja segera kita limpahkan ke Pengadilan Negeri Palembang untuk disidangkan,” sebutnya.

Disinggung mengenai adanya kesan tebang pilih Pidsus Kejari Palembang dalam menginformasikan pelimpahan tersangka tahap II kepada awak media terutama dalam pelimpahan tahap II kasus dugaan suap penerimaan Casis Polri, dia membantah akan hal itu.

“Tidak benar ada tebang pilih seperti itu, yang sebelumnya kami sudah menginformasikan agar dapat diberitahukan pula ke rekan-rekan media lainnya, namun sepertinya ada sedikit miss saja, untuk itu ini akan kita jadikan evaluasi ke depannya dan akan lebih berkoordinasi,” tukasnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More