intens.news
Mitra Informasi

Kejari Empat Lawang Kualahan Tangani Korupsi

0 6

Intens.news, EMPAT LAWANG – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Empat Lawang, Sigit Prabowo mengaku kewalahan menangani laporan kasus korupsi di Kabupaten Empat Lawang. Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dan anggaran, menjadi salah satu penyebab bagi Kejaksaan Negeri (Kejari) Empat Lawang, dalam menuntaskan seluruh laporan dan penanganan kasus korupsi di kabupaten ini.

Sekedar informasi, hingga saat ini sedikitnya ada tiga perkara korupsi yang sedang berjalan yang ditangani Kejari Empat Lawang. Perkara kasus korupsi yang dimaksud antara lain, perkara kasus korupsi bibit talas dengan satu terpidana belum inkrah (masih dalam proses banding), perkara kasus lapangan olahraga dengan 4 terdakawa (proses penuntutan di Pengadilan Tipikor), dan perkara kasus korupsi Dana Desa dengan satu tersangka (proses penyidikan di Kejari Empat Lawang).

Sementara dugaan pidana kasus korupsi yang dilaporkan oleh masyarakat, yang diterima Kejari Empat Lawang hingga saat ini lebih dari 22 kasus.

“Sampai saat ini saja, sedikitnya ada 22 laporan dugaan pidana kasus korupsi yang masuk ke kita. Sementara saat ini kita hanya ada 4 penyidik, dan itupun mereka juga harus merangkap menangani perkara pidana umum dan perkara perdata tata usaha Negara, kewalahan pak,” ungkap Kepala Kejari Empat Lawang Sigit Prabowo saat dibincangi wartawan di ruang kerjanya.

Belum lagi kendala anggaran, kata Sigit, saat ini anggaran yang dimiliki Kejari Empat Lawang untuk menangani perkara kasus korupsi, cuma untuk satu perkara saja (pada tahun ini).

“Artinya, kalau sudah ada satu perkara saja, anggarannya itu sudah habis, pada saat penanganan kasus bibit talas lalu itu sudah habis (anggarannya),” katanya.

Namun dijelaskan Sigit, ketika ada pelimpahan kasus korupsi yang sudah berjalan, seperti kasus lapangan olahraga dari Polda Sumsel, dan ada penetapan tersangka yang ditindaklanjuti dengan penahan terhadap tersangka kasus korupsi Dana Desa (DD) Sugiwaras oleh pihaknya kemarin, tentu saja pihaknya harus menyiapkan betul tugas yang diemban tersebut.

“Ya bagaimana cara kita memanage sajalah. Dimulai dari pekerjaan, keuangan atau finansial dan SDM, agar seluruh tunggakan perkara yang ada di Empat Lawang dapat tuntas semua,” jelasnya.

Dia pun mengatakan, bagaimana lelahnya para jaksa yang harus bolak-balik dalam satu waktu dari Empat Lawang ke Palembang, dari Palembang kembali ke Empat Lawang, karena Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) ada di Palembang. Disisi lain harus mengikuti persidangan di Pengadilan Tipikor, disisi lain banyak tugas yang harus diselesaikan di Kejari Empat Lawang.

“Makanya sedih juga ketika kita dianggap seolah-olah tidak melakukan penegakan hukum. Padahal tidak bisa begitu, semua perkara ini pasti akan kita laksanakan, satu demi satu,” ujarnya.

Sementara itu, terkait kasus dugaan pidana korupsi Dana Desa dengan tersangka mantan Kades Sugiwaras Kecamatan Tebing Tinggi, Sigit mengatakan, tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru dalam kasus itu. Tentu saja sambung Sigit, penetapan tersangka baru akan melihat fakta-fakta baru dalam proses penanganannya nanti.

“Seperti kasus bibit talas misalnya, dalam proses persidangan kemarin ditemukan fakta baru, ternyata selain satu orang, ada dua orang lagi yang harus bertanggung jawab, dan itu artinya ada dua calon tersangka baru dalam kasus ini, yang akan kita tetapkan,” pungkasnya.

Editor : Ridiansyah

 

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More