intens.news
Mitra Informasi

Kejati Belum Tentukan Tersangka Masjid Raya Sriwijaya

0 11

Intens.news, PALEMBANG – Mangkraknya pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, Tim Tindak Pidana Khusus Kejati Sumsel sudah memeriksa 61 orang dalam perkara ini. Hal ini disampaikan langsung Kasi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Khaidirman saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (22/2/2021).

Menurutnya, hingga saat ini terkait Masjid Raya Sriwijaya masih dalam proses pemeriksaan saksi-saksi.

“Sebanyak 61 itu masih mencari perbuatan-perbuatan melawan hukum dan kerugian negara,” ucapnya.

Ia juga menerangkan, dari jumlah saksi itu tidak kemungkinan  akan bertambah lagi saksi dalam perkara ini meninggat pada hari ini masih ada yang akan dimintai keterangannya.

“Tapi kita belum tau pasti nama siapa yang akan diperiksa senin nanti,” lanjutnya.

Disinggung terkait nama Mantan Gubernur Sumsel yang pernah mejabat, AN apakah akan turut diperiksa terkait Masjid Raya Sriwijaya, Khaidirman mengatakan hal tersebut tergantung penyidik.

Ia menjelaskan bahwasanya penyidik itu apapun yang diperlukan, untuk kepentingan penyidikan akan di panggil.

“Jadi tidak bisa berbicara tentang si A B atau C, itu aja. Nanti jika sudah di panggil maka baru ketahuan. Sehingga kita tidak bisa berandai-andai,” jelas Khaidirman.

Ia menjelaskan, penyidikan tentulah untuk mencari suatu perbuatan yang melawan hukum. Adakah ada yang dilanggar, dan apakah yang telah di perbuat. Penyidikan ini juga dilakukan untuk mencari adakah kerugian negara.

Ditanya soal kerugian negara Khaidirman hanya dapat menjelaskan bahwasanya hal tersebut masuk dalam materi perkara.

“Untuk materi perkara tidak bisa kami ungkapkan, pasalnya hanya penyidik yang tau,” ujar Khaidirman.

Terkait adanya berita yang menyebutkan, Pemerintah Provinsi Sumsel akan melanjutkan pembangunan masjid yang digadang akan menjadi masjid terbesar Asia itu, Khaidirman hanya mengatakan pihak Pemprov Sumsel lah yang pantas untuk menjawabnya.

“Kalau masalah itu, langsung tanyakan langsung saja. Sepenuhnya hak jawab adi di Pemprov Sumsel,” katanya.

Ia menjelaskan, sifat penyidikan disini tidaklah menghalangi suatu pembangunan. “Artinya penyidikan tidaklah menghalangi suatu pembangunan. Bahkan kita mendorong suatu pembangunan,” tukasnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More