intens.news
Mitra Informasi

Kejati Sumsel : Kerugian Negara Dalam Kasus Korupsi Proyek Pembangunan Jalan di OI Sebesar Rp 3,2 Miliar

0 817

Intens.news, PALEMBANG-   Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumsel Zet Tadung Allo menyatakan, bahwa hasil pemeriksaan peyelidikan di Dinas PUPR Ogan Ilir (OI) terkait permasalahan dugaan korupsi proyek pembangunan ruas jalan di Desa Pelabuhan Dalam hingga Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan tahun 2017 berjalan lancar.

Dijelaskannya, dalam permasalahan ini belum ada tersangka yang ditetapkan. Karena pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Kalau tersangka itu sudah ada dalam kepala kami, tapi ini masih dalam penyelidikan untuk jumlah tersangka dam sebagainya nanti kita kabarkan ya ,” terangnya, Jumat (18/9/2020).

Menurutnya, perkara kasus ini sudah diselidiki sejak tahun 2019 namun dalam tahap itu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI masih menghitung kerugian negara, sehingga pada bulan Mei kemarin BPK sudah mentotalkan seluruh kerugian negara.

“Jadi sudah ditotalkan kerugian negaranya sebesar Rp3,2 Miliar, namun ini diluar temuan BPK yang sudah dikembalikannya,” jelasnya.

Sebelum ditetapkannya tersangka pihaknya sudah memastikan dokumen dan barang bukti yang sudah diperiksa. Akan tetapi dokumen dan barang bukti ini menurut pihaknya masih kurang, sehingga pihaknya melakukan penggeledahan ke Dinas PUPR Ogan Ilir.

“Sebenarnya data kami ini sudah cukup, tapi kami masih perlu data pendukung lainnya sehingga kami melakukan penggeledahan di dua tempat pertama dinas PUPR kedua kantor BPKAD Sumsel,” terangnya.

Namun, saat melakukan penggeledahan di BPKAD Ogan Ilir, pihak disana menolak sehingga penggeledahan ditunda terlebih dahulu.

Dijelaskannya kasus dugaan korupsi ini dilakukan oleh kontraktor bersama  pihak  PUPR Ogan ilir. Untuk itu pihaknya melakukan penyelidikan dan penggeledahan disana.

Diakhir wawancara ia menyatakan, bahwa proses selanjutnya yang akan dilakukan pihaknya ialah akan melakukan penggeldahan kembali ke dinas BPKAD Ogan Ilir.

“Iya langkah selanjutnya kami akan tetap melakukan penggeledahan lagi di BPKAD Ogan Ilir,” tutupnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More