intens.news
Mitra Informasi

Kematian di Sumsel Akibat COVID-19 Bertambah, Yusri : Tim Penegak Prokes Harus Komitmen

0 19

Intens.news, PALEMBANG – Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Sumsel hingga 14 September 2020 ini. Tercacat angka kematian pasien akibat Virus Corona Disease atau COVID-19 di Sumatera Selatan (Sumsel) telah mencapai angka 305 orang.

Jumlah itu setelah terkonfirmasi adanya penambahan 5 orang kasus baru. Sedangkan untuk kasus pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 berjumlah 5078 setelah terkonfirmasi 27 kasus baru. Selain kasus pasien terkonfirmasi positif, sebanyak 3.748 pasien dinyatakan sembuh dari virus COVID-19 setelah adanya 99 tambahan kasus baru.

Di Sumsel sendiri, terdapat tiga daerah yang dinyatakan sebagai daerah berzona merah penyebaran COVID-19. Ketiga daerah tersebut yakni, Muara Enim, Lubuklinggau, dan Lahat.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Dinkes Sumsel sekaligus Jubir COVID-19 Sumsel, Yusri, mengatakan, pihaknya berharap dengan diberlakukannya Peraturan Gubernur (Pergub) terkait sanksi penerapan protokol kesehatan (prokes), tim penegakan hukum harus komitmen dalam penegakan regulasi ini.

Artinya menurut Yusri, efektif atau tidaknya pemberlakuan aturan itu sendiri nanti terhadap pengendalian virus Corona di Sumsel tergantung pada komitmen dari tim penegak hukum.

“Sepanjang penegak aturan itu disiplin, karena pengguna menurut saja, bahkan orang-orang tidak memakai masker dan tidak menerapkan protokol kesehatan tanpa tindakan disiplin mereka tetap tidak akan pakai,” kata Yusri, Senin (14/9/2020).

Lebih lanjut Yusri mengakui, saat ini di wilayah Sumsel, masih ada tiga daerah yaitu, Kabupaten Lahat, Muara Enim dan Kota Lubuklinggau yang masih menyandang predikat zona merah. Sementara Kota Palembang saat ini masuk zona oranye, dengan tingkat penularan sedang.

“Penentuan zona itu dilihat dari perkembangan atau penambahan kasus baru, kemudian jumlah penderita yang sembuh dan meninggal. Artinya, semakin banyak yang sembuh, dan yang meninggal semakin sedikit maka, zonanya akan bergeser. Tapi apabila yang sakit banyak, yang sembuh sedikit, dan semakin banyak yang meninggal maka akan menjadi zona merah,” papar Yusri.

Sementara untuk perkembangan COVID-19 di Sumsel diakuinya masih cukup tinggi, artinya sekarang ini masyarakat Sumsel sudah banyak yang beraktivitas, dan tanpa disadari oleh masyarakat mereka tidak menerapkan protokol kesehatan. Pada saat mereka beraktivitas inilah  efektif menularkan karena kunci untuk mencegah penularan itu yaitu penerapan disiplin protokol kesehatan

“Sepanjang mereka tidak menerapkan prokes ini maka kasus-kasus baru COVID-19 akan terus ada, bahkan bisa jadi semakin banyak,” terangnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More