intens.news
Mitra Informasi

Kembangkan Ekonomi Kreatif, Produk Kerajinan Tangan OKI Mulai Dikenal Secara Luas

0 26

Intens.news, PALEMBANG – Badan Restorasi Gambut (BRG) Sumatera Selatan pamerkan hasil produk kerajinan tangan dari Desa Menang Raya, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), guna upaya meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.

Kepala Desa Menang Raya, Suparedy, mengatakan semenjak warganya dibina BRG Sumsel, produk purun perlahan dikenal publik dan luar daerah. Sebagian dari 2.151 Kepala Keluarga (KK) di sana pun mayoritas menjual kerajinan tersebut.

“Rata-rata penghasilan tani dari purun. Di sini (Menang Raya) ada satu kelompok namanya mawar, yang bekerja (membuat kerajinan) ada 16 orang dengan keseluruhan anggota 21 orang. Mereka mendapat pelatihan BRG Sumsel untuk memasarkan dan membuat kerajinan purun,” jelasnya, Jum’at (11/9/2020).

Selain lewat pembinaan BRG Sumsel, pemasaran kerajinan purun juga tersebar melalui kerja sama mitra usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Indonesia yang melibatkan beberapa daerah lain, meliputi kota-kota yang ada di Provinsi seperti Kalimantan Selatan, Jambi, Jawa dan Lampung.

“Seperti Banjarmasin dan lain-lain, jadi kita kolaborasi berbagi informasi pemasaran,” jelasnya.

Produk kerajinan tangan purun yang ditawarkan, masker kain bercorak jumputan dengan ornamen purun, sendal, wadah tisu, lapisan tempat minum, tas pernak-pernik, dompet, aksesori dinding seperti lukisan anyaman purun, bakul nasi, serta tanjak atau penutup kepala seperti topi khas Sumatera Selatan.

“Sebelum ada BRG Sumsel, kita hanya membuat tikar. Sekarang berkembang dan berinovasi. Terbaru masker dan sendal yang harapannya dapat menembus masuk di semua hotel di Sumsel,” ungkapnya.

Biasanya, dari kerajinan purun untuk satu tikar ukuran 1×2 meter berasal dari 500 batang purun dan per batang dihargai Rp8 ribu. Sedangkan produk seperti sendal atau tas, dalam pengolahannya hanya membutuhkan bahan purun sebanyak 8 batang.

“Tikar tergantung motif juga, rata-rata dijual Rp200 ribu, kalau seperti tanjak, tas dan sendal kisaran Rp10-25 ribu. Sekarang fokus kita dengan bahan sedikit, menghasilkan pendapatan besar. Purun merupakan sejenin ilalang atau rumput-rumputan,” tuturnya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More