intens.news
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita

Ketika SMA/SMK di Palembang “Kebal Asap”, Warga : Apa Susahnya Sih Diliburkan, Itu Aja Kok Repot

0 98

Intens.news, PALEMBANG – Jika seluruh sekolah mulai dari TK/PAUD/SD/MI/SMP/MTS Negeri dan swasta di Kota Palembang dipulangkan dan belajar di rumah lantaran kabut asap yang tebal dan membahayakan. Namun sebaliknya, SMA dan SMK di Palembang tidak memulangkan siswanya.

Informasi dihimpun dilapangan menyebutkan, ada sejumlah SMA dan SMK di Palembang masih mengelar kegiatan upacara dan kegiatan olahraga. Tampaknya pihak sekolah tidak terlalu menghiraukan dampak bahaya kabut asap.

“Iya memang, kabarnya anak SD dan SMP hari ini dipulangkan semua. Tapi anak Saya yang masih SMA tidak pulang, mereka tetap sekolah seperti biasa,” ungkap Rozak (46), Warga Palembang.

Menurutnya, semestinya pihak sekolah mengambil inisiatif, jika udara di Palembang berbahaya harus diambil langkah tepat.

“Kalau sudah buruk udaranya, kabut asap sudah pekat, mestinya dipulangkan saja anak-anak ke rumah. Kan kasihan, masa anak-anak dipaksa sekolah kalau kondisinya begitu,” imbuhnya.

Hal ini, kata Rozak, tentu membuat orang tua merasa khawatir. “Khawatirlah, tahulah sendiri kabut asap sudah kian buruk. Tapi mau bagaimana lagi, kita harus manut (nurut-red) aturan sekolah,” ujarnya.

Lain hal diungkap Murni (48), warga lainnya, menyebut, pihak pemerintah dinilai lamban mengambil langkah cepat. “Sepengetahuan saya, SMA/SMK di Sumsel ini kan sudah diambil alih pemerintah provinsi Sumsel dalam hal ini Dinas Pendidikan setempat. Iya mestinya harus respons dong dengan kondisi. Ambil kebijakan tepat kek, apa susahnya sih meliburkan anak sekolah, itu aja kok repot,” ketusnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Widodo, mengatakan, sekolah di Sumsel sejatinya langsung bisa mengambil langkah tepat sesuai ederan yang sudah dibuat pihaknya.

“Apabila situasi berdasarkan informasi dari Dinas Lingkungan Hidup dan atau Dinas Kesehatan dan atau BMKG menyatakan “Tidak Sehat”, maka Kepala SMA/SMK segera menyesuaikan jam belajar di sekolah,” terangnya.

“Sekolah bisa ambil dan mempedomani edaran Disdik Sumsel tersebut, sampai pada sekolah menugasi siswanya di rumah (jika kondisinya sangat membahayakan), dengan tugas-tugas yang dapat tetap mengisi mata pelajaran yang seharusnya diikuti siswa pada hari itu, sehingga tidak terjadi ketertinggalan materi belajar. Prinsip, utamakan keselamatan siswa dan guru,” tandasnya.

Widodo juga mengimbau dan menginstruksikan kepada kepala sekolah yang ada di Sumsel terkait kabut asap ini, agar supaya siswa jangan dulu melaksanakan kegiatan ekskul di luar kelas mengingat kondisi cuaca diluar tidak sehat bagi peserta didik.

“Berdasarkan indikator udara memang saatini sudah tidak sehat dan membahayakan. Maka kami sarankan memakai masker dan bisa mengurangi aktivitas di luar kelas,” tukasnya.

Sementara, salah Kepala Sekolah SMA di Palembang yang tidak ingin namanya ditulis, mengatakan, sengaja tidak mempulangkan para siswanya, lantaran takut nanti para siswa ikut aksi tawuran, main warnet, dan melakukan tindak macam-macam.

“Hal ini sifatnya situasional dan kondisional. Memang sudah kita lakukan pertimbangan untung dan ruginya. Untuk hari ini sementara kita tetap di sekolah, tentu dengan tidak mengabaikan kesehatan para siswa. Namun tidak untuk hari besoknya, bisa jadi kita belajarnya di rumah,” pungkasnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More