intens.news
Mitra Informasi

Ketua Majelis Hakim Berhalangan, Sidang Kasus 16 Paket Proyek Kabupaten Muara Enim Ditunda

0 55

Intens.news, PALEMBANG- Sidang perkara dugaan korupsi suap Fee 16 paket proyek di Kabupaten Muara Enim ditunda hari ini, Selasa (17/11/2020).

Sidang yang menyeret dua terdakwa, yakni Aries HB dan Ketua DPRD nonaktif dan Ramlan Suryadi mantan Plt Kepala Dinas PUPR Muara Enim hari ini seharusnya masih beragendakan mendengarkan keterangan saksi lanjutan.

Sidang yang dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Tipikor Palembang, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi, ditunda dikarenakan Ketua Majelis Hakim Erma Suharti SH MH berhalangan hadir.

“Dikarenakan Ketua Majelis Erma Suharti berhalangan hadir, kami mohon maaf seyogyanya agenda sidang hari ini masih pemeriksaan saksi ditunda hingga Selasa pekan depan,” kata hakim anggota Abu Hanifah SH MH sebelum menutup sidang, dihadapan ke enam saksi yang telah hadir diruangan sidang.

Seharusnya hari ini enam orang saksi anggota DPRD Kabupaten Muara Enim yang dihadirkan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK RI dikomandoi Muhammad Asri SH MH.

Enam saksi yang dihadirkan itu sebagaimana sering disebut dan terdapat didalam dakwaan JPU KPK RI yakni Muhardi, Ahmad Fauzi,  Darain, Agus Firmansyah, Piardi dan Kasman.

“Kita sudah hadirkan enam orang saksi dari Muara Enim dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi lanjutan, namun tadi hakim anggota menunda sidang karena ketua majelis hakimnya tidak hadir katanya ada anggota keluarganya sakit,” jelas JPU KPK RI, Asri.

Menurutnya, perihal penundaan sidang dalam kasus Tipikor itu jika memang ada salah satu hakim berhalangan hadir dikarenakan ada keluarga yang sakit meski perangkat sidang semua sudah dihadirkan.

“Penundaan sidang itu wajar jika salah satu hakim berhalangan hadir,  ya kita juga menghormati itu, nanti keenam saksi-saksi itu akan kami hadirkan lagi minggu depan”. sambungnya.

Hingga saat ini JPU KPK terkait kasus dua terdakwa yakni Aries HB dan Ramlan Suryadi telah menghadirkan kurang lebih 25 orang saksi yang hampir keseluruhannya merupakan anggota DPRD Kabupaten Muara Enim baik yang masih menjabat maupun sudah tidak aktif lagi.

Saksi yang dihadirkan, diduga turut serta menerima aliran dana suap fee proyek masing-masing senilai ratusan juta rupiah.

Kasus ini adalah pengembangan kasus lanjutan sebelumnya dimana Majelis Hakim Tipikor Palembang telah memvonis tiga orang terpidana yakni Bupati Nonaktif Muara Enim Ahmad Yani, Kadis PUPR Muara Enim Elfin MZ Muchtar serta penyua Kontraktor Proyek Robby Okta Fahlevi yang saat ini menjalani hukuman di Rutan Klas 1A Pakjo Palembang.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More