intens.news
Mitra Informasi

Kilah Obby Frisman, Delwyn Berli Meninggal Karena Kesurupan

0 102

Intens.news, PALEMBANG – Berkas tahap II Obby Frisman Arkataku (24), terduga pelaku kekerasan yang mengakibatkan kematian Delwyn Berli, siswa SMA Taruna Indonesia, dilimpakan dari Polrestabes ke Kejaksaan Negeri.

Pada penyerahan berkas ini, Obby mengaku dirinya sama sekali tidak melakukan kekerasan pada korban. Bahkan, menurut tersangka, sebelum tewas korban sempat mengalami kesurupan hingga akhirnya membenturkan tubuh dan kepalanya sendiri. Itulah yang mengakibatkannya terluka di kepala sehingga akhirnya korban tewas.

“Saat kesurupan suaranya saat itu seperti nenek-nenek. Korban bilang tolong aku,” kata Obby dihadapan Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Palembang, saat pelimpahan bukti dan tersangka (tahap II) di Kejaksaan Negeri, Kamis (10/10/2019).

Dia mengatakan, saat kejadian itu, Obby yang bertindak sebagai pembina Masa Orientasi Siswa (MOS) SMA Taruna Indonesia, datang ke pinggiran anak sungai yang berada tidak jauh dari sekolah.

Saat itu, dia melihat korban telah duduk di pinggir anak sungai. Ketika didekati korban meminta tolong. Obby yang kebingungan, sempat ingin lari dari tempat itu untuk meminta bantuan pada orang lain. Namun dilarang oleh korban yang saat itu sudah seperti orang kesurupan.

“Terus dia pindah ke tumpukan seng yang tergeletak di pinggir sungai. Selanjutnya dia menghempaskan badannya sendiri, kepalanya juga dibenturkan. Saya sama sekali tidak memukulnya,” tutupnya.

Kasi Pidum Kejari Palembang, Yuliati Ningsih, membenarkan pihaknya telah menerima pelimpahan berkas tahap II dengan tersangka Obby Frisman Arkataku. Terkait bantahan yang dikatakan tersangka, Yuli mengatakan hal itu merupakan hak tersangka. “Namun demikian kami selaku penuntut umum memiliki minimal dua bukti,” ujarnya.

Tersangka dijerat dengan pasal Pasal 80 ayat 3 no 17 tahun 2016 tentang Undang-Undang perlindungan anak. Selanjutnya, Kejari Palembang memiliki waktu 20 hari kedepan untuk melakukan penahanan terhadap tersangka.

“Tapi biasanya sebelum akhir waktu itu, pihaknya sudah melakukan pelimpahan ke pengadilan untuk kemudian tinggal menunggu persidangan,” tuturnya.

Sementara dari pengacara Obby, Suwito, belum bisa dikonfirmasi masalah pelimpahan berkas tahap II ini.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More