intens.news
Mitra Informasi

Kodok Pacman, Sensasi Peliharaan Unik Yang gampang di Pelihara

0 24

Intens.news, PALEMBANG – Banyak orang yang merasa jijik dengan katak, selain hidup di dua tempat katak memiliki kulit halus, basah, dan berlendir. Namun, berbeda dengan kodok, tubuhnya pendek  dan gemuk, kulitnya kasar penuh benjolan serta terlihat kering meski hidup di dua tempat juga. Kodok sebagian besar memiliki tampilan warna yang kusam.

Bebeda dengan kodok Pacman. Hewan yang satu ini memiliki warna cerah dan sangat cantik di pandang mata meski tetap saja basah meski tidak berlendir.  Pacman frog  atau South American Ornate Horned Frog dengan nama ilmiah ceratophrs ornate,  merupakan kodok yang berasal dari wilayah hutan tropical Amerika selatan. Ciri khas fisik pada kodok ini berbadan gemuk, berwarna hijau, dan memiliki totol merah atau hitam disepanjang punggungnya. Hewan ini mampu hidup 6 sampai 12 tahun.

Foto(Rian Iwinsyah): Kodok Pacman

Adha Kashogi, salah seorang pecinta kodok Pacman mengatakan, kodok Pacman saat ini semakin banyak diminati oleh pecinta hewan karena sangat mudah di pelihara.  Dia membawa berbagai koleksi kodok pacman dalam pameran Sriwijaya Animal di Transmart Palembang, Sabtu (27/2/2021).

“Saya sudah memeliharanya, karena  keunikan bentuk mutasi warna yang bervarian serta memilik postur badan yang gendut dan ada tanduk diatas matanya,” kata Adha.

Menurut dia, untuk memliharanya cukup menyiapkan aquarium kecil atau mini aquscape, dan letakkan didalamnya dengan tubuh kodok setengah terendam. Untuk makanannya, tambah Adha, bisa di beri jangkrik, ikan kecil, atau tikus kecil.

Beberapa varian kodok harganya ada yang mencapai Rp20juta lebih perekornya, dengan panjang 10 cm, hingga 15 cm. Di Indonesia, kata dia, para peternak baru berhasil mengembangkan kodok pacman jenis brown dan green. Untuk harga pasarannya, tambah Adha, mulai Rp300ribu perekor hingga jutaan rupiah tergantung jenis dan variannya. Bahkan, harga tertinggi kodok Pacman jenis mutan mulai Rp4 Juta perekor hingga puluhan juta lebih.

“Kalau Ini asli dari Amerika ya kini beli impor. Saya suka karena warnanya yang unik, bentuk dan silangan warna yang bisa bermutasi,” tambah dia.

Sementara, Dini, 19, salah seorang pengunjung mengungkapkan, dia merasa penasaran dengan kodok-kodok yang di pameran tersebut. Menurut Dini, selama ini dia sering melihat katak yang berlendir dan agak jijik.

“Dan ini kodok ternyata tidak berlendir ya, dan bagus lo,” kata dia singkat.

Editor: Muhammad Uzair

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More