intens.news
Mitra Informasi

Kondisi Lahan Pembangunan Masjid Sriwijaya Pasca Adanya Dugaan Korupsi

0 100

Intens.news, PALEMBANG – Tim Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Sumsel), terus mengusut dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya, yang digadang-gadang terbesar se-Asia. Kejaksaan Tinggi masih terus memanggil beberapa saksi untuk diperiksa.

Sejauh ini beberapa orang telah dipanggil untuk dimintai keterangan terkait mangkraknya proyek pembangunan Masjid Sriwijaya yang berlokasi di Jalan Pangeran Ratu, Jakabaring Palembang.

Salah satu saksi yang diperiksa yakni Wakil Bupati terpilih Ogan Ilir, Ardani, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Hukum Provinsi Sumsel. Selanjutnya ialah Bagian Keuangan Panitia Pembangunan Masjid, Muhammad Ryan Fahlevi.

Ketua umum yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang, Zainal Berlian serta Mantan Sekda Sumsel, Mukti Sulaiman, pun turut dipanggil.

Sebelumnya, penyidik Pidsus Kejati Sumsel juga sudah memanggil sejumlah orang saksi lainnya, yakni Wakil Ketua DPRD Sumsel Giri Ramanda Kiemas, Ketua Yayasan Masjid Sriwijaya, Dirut PT. Yodya Karya, dan Dirut PT Brantas Abipraya.

Kemudian Dirut PT. Indah Karya dan Ketua Pengurus Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya, Mantan Sekda Provinvi Sumsel, Mukti Sulaiman, serta Mantan Bendahara Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang, Mudai Madang.

Pasca diperiksanya beberapa mantan pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel oleh Kejaksaan Tinggi ini, hingga sekarang belum ada tanda-tanda bahwa pembangunan masjid tersebut akan dilanjutkan.

Pantauan Intens.news, terlihat hanya tiang-tiang yang kokoh hanya diselimuti oleh rumput-rumput ilalang.

Photo: Kiki Nardance

Sebelumnya, Kasi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumsel, Khaidirman, mengungkapkan proses penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya Jakabaring bermula adanya indikasi pembangunan awal.

Di mana, Masjid Sriwijaya menggunakan dana hibah tahun 2016 dan 2017 dengan total dana hibah mencapai Rp130 miliar. Penimbunan lokasi dan konstruksi beton sampai rangka atap didanai dengan dana hibah ini.

Namun, nyatanya dari fisik pembangunan tidak sesuai dengan pelaksanaan kontrak. Penimbunan dan kontruksi rangka beton sampai dengan cor lantai sementara kolom dan atap beton belum terlaksana.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More