intens.news
Mitra Informasi

Konektivitas Infrastruktur Ikut Berkontribusi Wujudkan Kestabilan Inflasi Sumsel 

0 16

Intens.news, PALEMBANG –  Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus melakukan upaya konektivitas pembangunan infrastruktur di 17 kabupaten/kota. Selain memberikan akses jalan yang mulus, pemerataan pembangunan ini juga berdampak pada kestabilan inflasi Sumsel tahun 2020 lalu. 

Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan, angkat inflasi 1,55 persen yang dicapai Sumsel tahun 2020 lalu menjadi angka yang menggembirakan, sekaligus menjadi prestasi. Capaian tersebut merupakan hasil kerjasama baik pemeirntah provinsi dan kabupaten/kota di Sumsel.

“Angka 1,55 persen ini adalah angka luar biasa. Ini capaian prestasi yang hebat. Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak, baik kabupaten/kota maupun Bank Indonesia (BI),” ucapnya usai membuka Rapat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Hotel Arista Palembang, Rabu (7/4/2021).

Dijelaskannya, Sumsel sendiri memiliki pola tersendiri dalam sektor perdagangan, baik cara transaksi, maupun dalam hal lainnya. Sehingga banyak sektor yang mempengaruhi inflasi Sumsel.

“Kontraksi ekonomi itu juga mempengaruhi lebih dari 200 negara, termasuk Indonesia. Namun ini bisa diatasi dengan baik agar bisa berdaya dan bertahan dengan ekonomi tangguh. Ekonomi tangguh harus terjadi secara merata, termasuk di Sumsel,” terangnya.

Menurutnya, tagline Sumsel Maju Untuk Semua tentu membutuhkan konektivitas, baik dalam bidang infrastruktur dan jaringan internet. Konektivitas infrastruktur di Sumsel telah terbukti ikut memberikan kontribusi bagi kestabilan inflasi.

“Ketersediaan jalan yang baik dan terhubung antar semua daerah tentu mempengaruhi harga. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor penyumbang terjadinya kestabilan inflasi Sumsel,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Herman Deru berharap, HLM TPID Sumsel harus memiliki subtansi memberikan ketangguhan psikologi bagi masyarakat. Perkembangan isu akan mempengaruhi kestabilan harga di masyarakat.

“Sebelum masuk bulan puasa, saya minta bupati/walikota memantau harga di pasar. Baik daging, telur, ayam, beras dan bahan pokok lainnya untuk memastikan harga tetap stabil. BI juga diminta memberikan kenyamanan bagi penjual, pembeli dan penikmat (masyarakat),” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sumsel, Hari Widodo mengatakan, salah satu upaya untuk mengantisipasi adanya lonjakan kebutuhan sembako di bulan Ramadhan, pihaknya mengajak semua pihak untuk mendorong masyarakat agar tidak belanja berlebihan.

“Belanja berlebihan akan mendorong kenaikan inflasi. Kita mengajak masyarakat untuk belanja bijak. Dengan belanja bijak upaya untuk mengantisipasi jumlah kebutuhan masyarakat di periode Ramadhan tahun ini,” terangnya.

Selain itu, untuk mendukung target capaian inflasi pihaknya telah melakukan upaya memastikan keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distrbusi dan komunikasi efektif atau disingkat 4K.

“Untuk itu kita telah melakukan pembentukan BUMD untuk ketersediaan pasokan, melakukan sidak pasar untuk memastikan keterjangkauan harga, melakukan koordinasi jalur distribusi komoditas strategis untuk kelancaran distribusi dan melakukan HLM dan Rakornas TIPD serta konferensi Pers terkait pasokan dalam upaya menjalin komunikasi efektif,” imbuhnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More