intens.news
Mitra Informasi

Korban Penggelapan Rp1,7 Miliar Oknum Polisi Serahkan Barang Bukti

0 3

Intens.news, PALEMBANG – Alamsyah, korban penipuan yang dilakukan DS, oknum anggota Polsek Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir, hingga mengalami kerugian Rp1,7 miliar memenuhi panggilan Penyidik Subdit I Kamneg Ditreskrimum Polda Sumsel, Selasa (15/9/2020). Kehadirannya didampingi Kuasa Hukum Irsan Gusfrianto.

Irsan mengatakan, jika kedatangan kliennya tersebut untuk memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi korban dalam kasus penipuan. “Ada beberapa barang bukti bukti yang diserahkan ke penyidik, seperti nota jumlah orderan semen serta pembayaran uang ke perusahaan korban,” ujar Irsan.

Dijelaskan Irsan, jika terlapor diduga telah menggunakan uang penggelapan uang senilai Rp1,7 miliar untuk dibelikan harta bergerak dan tidak bergerak, seperti membeli tanah di Dusun Tebing Gerinting Selatan.

“Di tanah tersebut sudah berdiri bangunan Madrasah yang bersumber dari Dana Desa. Patut diduga antara Kepala Desa dan terlapor telah melakukan persekongkolan jahat oleh keduanya,” jelasnya.

Menurutnya, modus yang dilakukan terlapor yakni menggelapkan uang semen yang di order dari distributor. Uang hasil penjualan semen yang diterima oleh terlapor tidak disetorkan ke CV Kagum.

“Kami sangat berharap atas laporan ini agar tidak dianggap remeh karena ini sudah memalukan insitusi Kepolisian Republik Indonesia,” jelasnya.

Irsan juga mengatakan, sebelum menempuh jalur hukum, pihaknya juga telah berupaya menemui terlapor. Namun, terlapor tidak ada itikad baik untuk mengembalikan uang yang digelapkan dan hanya janji-janji semata.

“Uang yang digelapkan oleh terlapor juga digunakan untuk membeli mobil dan barang berharga lainnya. Dalam waktu dekat setelah laporan pidana umum ini, kami juga akan melaporkan etiknya ke Propam Polda Sumsel,” tambahnya.

Sementara itu Direktur CV Kagum, Alamsyah mengatakan, awal kerja sama dengan terlapor yang menjadi sales di perusahaannya karena dirinya mempercayai bahwa terlapor seorang anggota Polisi, sehingga dinilai sangat mudah dalam melakukan aktivitas serta aman.

“Saya percaya dengan terlapor karena dia Polisi. Namun justru terbalik, dia malahan salah gunakan kepercayaan perusahaan kepadanya. Kalau bukan polisi mungkin aku tidak memakainya karena sangat berbahaya, ini justru kebalik,” katanya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More