intens.news
Mitra Informasi

Kunjungan Pariwisata Kota Palembang Meningkat 80 Persen

0 25

Intens.news, PALEMBANG – Kepala Dinas Pariwisata Kota  Palembang, Isnaini Madani, menyatakan, kunjungan pariwisata di Kota Palembang sudah meningkat 80 persen per Juli akhir lalu.

Meski pariwisata di Kota Palembang meningkat, namun dikatakannya, kategori wisatawan yang datang masih cendrung wisatawan lokal ataupun antar kota dan provinsi saja. Sementara untuk wisatawan turis sejak bulan Juni lalu belum ada yang datang kembali untuk mengunjungi Kota Palembang.

“Iya betul naik 80 persen, tapi masih orang-orang antar kota dan provinsi saja terutama pada hari weekend kebanyakan wisatawan yang datang itu dari Lampung,” ungkap Isnaini, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (14/8/2020).

Dijelaskannya, tingkat resiko penyebaran COVID-19 di Kota Palembang memang masih dalam kategori zona merah, namun selama pihak pemiliki tempat wisatawa dan pengunjung menerapkan protokol kesehatan masing-masing akan terbebas dari segala penyakit.

“Iya kita juga wajibkan pemilik wisata untuk menerapakan itu, jika tidak maka tempat wisatanya akan ditutup begitupun dengan hal penginapan,” jelasnya.

Isnaini juga menjelaskan, dalam kondisi sekarang, pihaknya juga tidak berani memprediksi industri pariwisata di Palembang kembali normal dan stabil. Oleh karena itu, Dinas Pariwisata belum merancang event sesuai kalender pariwisata upaya menarik kunjungan para wisatawan.

“Dampak COVID-19 ini ratusan event wisata terhenti, jadi kita belum berani merancang event dalam waktu dekat,” imbuhnya.

Sementara, Ahli Mikrobiologi Sumatera Selatan, Yuwono, menanggapi hal tersebut dengan tingkat risiko tinggi penyebaran COVID-19 kategori zona merah wilayah seiring adanya peningkatan jumlah wisatawan. Ia mengimbau agar masyarakat tetap tertib screening prokes COVID-19 di tempat umum.

Apalagi saat ini, tim kesehatan penanganan percepatan COVID-19 di Palembang mulai memperketat dan memfasilitasi pengecekan uji kesehatan di beberapa puskesmas dan rumah sakit tertentu.

“Bagaimanapun kita tidak bisa meremehkan bahaya COVID-19. Namun sebagian orang menilai kita sudah dalam kondisi New Normal. Jadi lebih baik kita mengedukasi dan memahami penjelasan mengenai imunitas dan protokol kesehatan,” tukasnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More