intens.news
Mitra Informasi

L2Dikti Masih Tunggu Intruksi, Terkait Wacana Kuliah Tatap Muka

0 21

Intens.news, PALEMBANG – Setelah beberapa waktu belajar secara daring, akhirnya perkuliahan tatap muka diperbolehkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim.

Perguruan tinggi diperboleh melakukan perkuliahan tatap muka mulai Januari 2021 namun harus menggunakan protokol kesehatan secara ketat.

Menanggapi hal tersebut, Seketaris L2Dikti Wilayah II, Nuril Furqon mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima atau ada intruksi terkait hal tersebut.

“Hingga saat ini semua perguruan tinggi yang berada di wilayah 2 ini masih melakukan daring,” ujarnya usai menghadiri acara wisuda Universitas IBA Palembang, Sabtu (21/11/2020).

Ia mengatakan, jika memang digelar secara tatap muka tentu pasti akan ada teknisnya.

“Kita sambut baik jika memang ada kebijakan ini. Yang jelas kalau mau digelar tentu syarat memang berat harus ada ijin pemerintah daerah dan juga  gugus tugas,” ungkap dia.

Ia mengatakan, jika kondisi memungkinkan maka bisa digelar namun sebaliknya jika kondisi malah berakibat fatal maka harus dihindari.

“Kita tidak tahu kapan covid ini berakhir dan kita tetap harus mengutamakan kesehatan nomor satu,” jelasnya.

Sejauh ini, banyak perguruan tinggi juga menggelar wisuda baik secara online dan offline.

“Kebanyakan memang perguruan tinggi memilih wisuda secara daring atau online dan kita pun banyak diundang dan memberikan sambutan melalui online,” kata dia.

Namun, ada juga yang secara luring atau offline namun tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Seperti hari ini, semua prokes dijalan mulai menjaga jarak 1,5 meter, mencuci tangan dan pakai masker,” jelas dia.

Bahkan, pendamping pun tak boleh ikut dalam acara wisuda. “Ada juga perguruan tinggi yang tetap gelar secara offline bisa sehari sampai dua kali wisuda bahkan sampai 6 hari karena mereka lakukan per sesi. Ads juga wisudanya hanya dua jam,” ungkapnya.

Ditambahkan Rektor Universitas IBA Palembang, Tarech Rasyid mengatakan, pihaknya menyambut baik hal tersebut. Namun, hingga saat ini pihaknya pun masih melakukan perkuliahan secara daring.

Ia mengatakan hampir satu tahun ini, perkuliahan di IBA dilakukan secara online dengan menggunakan e-learning.

“Mahasiswa dan dosen saat ini sudah terbiasa dengan pembelajaran daring. Kita juga e-learningnya mulai dari zoom, google meeting dan lainnya,” jelas dia.

Ia mengatakan di era daring ini menuntut kreativitas dosen untuk memberikan materi kuliah kepada mahasiswa.

“Kita hingga saat ini masih tetap mematuhi peraturan dari Menteri yang masih melakukan perkuliahan secara daring,” jelas dia.

Editor : Rian

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More