intens.news
Mitra Informasi

Lagi Trend, Mobil Pribadi Disulap Jadi Toko Jalanan

0 44

Intens.news, PALEMBANG – Akhir-akhir ini, banyak pedagang yang menggunakan mobil sebagai tempat jualannya. Untuk di Palembang, dapat terlihat dengan mudah di sepanjang Jalan POM IX. Yang mana, banyak mobil terparkir dengan pintu belakang terbuka untuk menjajakan jualannya.

Pantauan Intens.news, disepanjang jalan tersebut ada sekitar enam hingga tujuh Mobil yang berhenti dan menyulap bagasi mobilnya menjadi tempat letak jualannya tersebut. mobil ini stay mulai pukul 09.00 hingga 17.30 WIB.

Disetiap bagasi mobil itu terlihat Ada yang menjual lemang, jus jeruk, pizza, salad buah, baju  hingga makanan frozen food dan kemplang.

Menurut Lisda, penjual Lemang asal Bukittinggi Sumatera Barat ini, menyatakan bahwa keuntungan jualan menggunakan mobil selain menghemat biaya juga menghemat waktu.

“Di masa pandemi COVID-19 ini, masih syukur bisa makan. Nggak ada kata malu. Meski kami punya mobil, tapi mobil ini juga harus dibayarkan cicilannya tiap bulan,” keluhnya.

Sementara Edy Hermawan Kurniawan pedagang lainnya mengatakan, menjajakan dagangan di pinggir jalan sudah dilakoninya sejak dua tahun lalu. Menggeluti bisnis khusus susu segar dan produk olah susu asal Bandung.

Edi mengatakan, awalnya dia datang berjualan langsung menghubungi pihak terkait untuk meminta izin berjualan di jalan dengan food truck karena di Bandung berjualan di pinggir jalan legal dan sudah diatur dalam Perda.

Rupanya dia baru tahu jika di Palembang aturan itu belum ada. Namun Edi mengatakan tetap berjualan di pinggir jalan, tetapi sesuai anjuran pihak terkait bahwa tidak boleh menyediakan meja berjualan, dan bukan di jalan ramai atau jalan protokol karena bisa menganggu ketertiban lala lintas.

Pedangan lainnya yang juga menjajakan dagangan di mobil yang parkir di pinggir jalan yakni Eka. Penjual kerupuk khas Ogan Ilir (OI) itu mengatakan sudah lama berjualan di mobil dan berpindah-pindah tempat. Jika hari biasanya biasanya berjualan di seputar TVRI tapi saat akhir pekan berjualan di Kambang Iwak.

“Setiap hari berjualan dari Indralaya sengaja ke Palembang dengan mobil dan berpindah tempat mencari yang ramai, berjualan dengan mobil mudah bergerak dan tidak perlu susah mengangkut barang dan sewa tempat,” ujarnya.

Mengetahui hal tersebut, Pengamat Ekonomi Universitas Sriwijaya Yan Sulistyo mengatakan bahwa fenomena berjualan di mobil sudah ada sejak tahun 1990-an di kota besar di tanah air dan baru masuk Palembang awal tahun 2000-an.

Awalnya mobil untuk berjualan ini adalah mobil khusus yang dibuat menjadi mobil toko (Moko) sehingga spesial untuk berdagang bukan mobil pribadi yang disulap menjadi mobil berjualan.

Saat pandemi seperti ini berjualan di jalan pada kota yang menerapkan PSBB seperti Jakarta atau kota lainnya dimaklumi karena mereka ingin mendekatkan diri dengan pelanggan karena aturan tidak bisa makan di tempat,” ujar Yan Sulistyo.

Berjualan di mobil juga menjadi alternatif pedagang menjajakan makanannya atau jualannya karena mahalnya harga sewa toko atau etalase baik di mall atau pun juga di toko pinggir jalan.

Meski dimaklumi berjualan di pinggir jalan saat pandemi, namun Yan mengatakan jangan sampai hal ini terus menerus karena hal ini melanggar ketentuan dan undang-undang lalu lintas.

Jika terjadi kecelakaan yang merugikan harta benda atau kematian maka pemilik kendaraan bisa dituntut secara hukum karena menyalahi aturan.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More