intens.news
Mitra Informasi

Libur Corona

0 97

PENYEBARAN akibat virus Corona semakin mengkhawatirkan. Pemerintah telah meliburkan para PNS, sebagian lembaga pemerintahan, sekolah-sekolah, kampus dan memerintahkan seluruh masyarakat untuk berdiam diri dirumah. Masyarakat sebaiknya mengurangi aktifitas berkumpul, dan bahkan kalaupun terpaksa harus berkomunikasi dengan jarak aman.

Virus Corona telah menjadi momok dunia, ketakutan melanda seluruh masyarakat hingga takut tertular. Tidak ada yang mengetahui, apakah di dalam diri mereka terdapat virus tersebut atau tidak. Yang pasti, masing-masing menjaga diri dan keluarga mereka dari hal-hal yang mengkhawatirkan tertular Corona.

Jalanan kota Palembang dalam beberapa minggu belakangan juga tampak agak sepi. Lalu lintas terlihat cukup lancar di kawasan yang biasanya padat di jam-jam tertentu. Pasar tradisional seperti di pasar Klinik 7 Ulu dan 10 Ulu Palembang kurang ramai. Beberapa mall juga tidak terlalu ramai di kunjungi masyarakat. Semua merasa khawatir akibat Corona.

Dampak Corona sepertinya belum akan habis hingga satu bulan kedepan. Kondisi ini mungkin baik dan berdampak signifikan, dalam rangka mengurangi penyebaran virus Corona. Mereka yang terkena Corona akan mendapatkan perawatan medis, dan mereka yang belum terkena dan terpapar virus tersebut akan aman hingga batas wabah Corona dapat di kendalikan.

Belum di ketahui kapan wabah ini akan berakhir, namun pemerintah telah memberlakukan semi lock down. Meski pemerintah Indonesia tidak pernah secara resmi memberlakukan lock down, namun upaya yang saat ini di ambil pemerintah merupakan upaya lock down. Jika di pandang secara luas, konsekuensi dari lock down akan sangat berpengaruh secara luas di masyarakat, bahkan dapat memicu kekisruhan massal.

Upaya ini sangat bijak di berlakukan,  mengingat kesiapan tersebut membutuhkan persiapan yang signifikan sebelum pemberlakuan tersebut benar-benar terjadi di Indonesia. Mendagri Tito Karnivian juga telah memerintahkan seluruh kepala daerah untuk waspada Corona. Pemerintah juga mengambil alih berbagai kebijakan, termasuk pembatasan pangan kepada masyarakat secara luas, yang memungkin masyarakat melakukan aksi beli besar-besaran.

Hal ini sangat rasional jika kesejahteraan masyarakat cukup baik secara luas. Sayangnya, masyarakat belum sampai pada tingkat sejahtera, dan kemiskinan masih sangat banyak yang hidup tengah kota metropolitan Palembang. Pemberlakuan lock down, justru akan berdampak buruk bagi masyarakat. Yang  di khawatirkan saat ini, masyarakat menjadi kelaparan akibat yang ditimbulkan Corona. Jika hal itu terjadi, maka konsekuensi terburuk adalah kerusuhan sosial,  penjarahan toko-toko, dan perampokan besar-besaran bakal terjadi di masyarakat secara luas.

Ini yang harus di fikirkan kembali oleh pemerintah, sebelum mengambil keputusan memberlakukan lock down. Pemerintah harus mengambil tindakan preventif seperti  memperbaiki suplay makanan dan sembako diseluruh pasar tradisional di kota Palembang. Melakukan sistem pengamanan yang signifikan di seluruh aset pemerintah dan swasta, jika terjadi hal-hal yang negatif akibat dampak psikis Corona.

 Sebenarnya, seluruh masyarakat sedang menanti berakhirnya badai Corona. Menanti berakhirnya ketakutan yang ditimbulkan oleh isu Corona yang tak pernah habis menghiasi dawai, televisi, radio, dan media sosial kita. Apa yang sedang kita nantikan?  Sebenarnya tidak ada.

Semua masyarakat Sumatera Selatan berharap, agar sembilan bahan pokok (Sembako) tetap di jual dengan harga normal di pasar-pasar. Air bersih tetap tersedia, listrik tetap mengalir seperti biasa. Rumah-rumah ibadah tetap mengalunkan suara azan lima kali sehari, sekolah-sekolah tetap buka dan mendidik generasi yang akan melanjutkan peradaban Indonesia dalam tubuh NKRI. Wallahu ‘Alam Bi Shawab. (****)

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More