intens.news
Mitra Informasi

Lolos Pemeriksaan Bandara, Pengedar Asal Batam Simpan Sabu Dalam Anus

0 67

Intens.news, BANYUASIN – Polres Banyuasin kembali mengungkap kasus peredaran narkoba. Kali ini, narkoba jenis sabu seberat 43,71 gram disita petugas dari dua tersangka, Jeki dan Reski. Di mana barang haram tersebut disembunyikan tersangka di dalam tubuhnya (anus).

Kapolres Banyuasin, AKBP Danny Ardiantara Sianipar, didampingi Kasatnarkoba, AKP Widhi Andika Darma, saat menggelar press rilis di Mapolres Banyuasin, Rabu (18/03/2020), menerangkan terungkapnya kasus ini berawal dari informasi masyarakat.

Tim Satres Narkoba Banyuasin pada Kamis (12/03/2020), melakukan penggrebekan di penginapan Tiga Putra Kecamatan Talang Kelapa. Di sana ditemukan seorang tersangka Jeki yang berasal dari Batam.

“Tersangka menggunakan pesawat membawa sabu dan bisa lolos dari detektor pemeriksaan petugas bandara SMB II Palembang, hingga menginap di penginapan Tiga Putra. Pada 12 Maret kita tangkap Jeki dan kita geledah. Kemudian petugas menemukan satu paket jenis sabu 2 gram. Pengakuan tersangka sabu disimpan dalam anus,” kata Danny.

Setelah dilakukan pengembangan kasus, Kata Danny, pihak Kepolisian pada Sabtu (14/03/2020) kembali mengamankan Reski Saputra yang membawa sabu 41,71 gram. Modus yang digunakan Reski pun sama dengan kasus sebelumnya.

“Tersangka menyimpan narkoba jenis sabu tersebut didalam anus, Itu dilakukan tersangka agar dirinya dari Batam bisa melewati pemeriksaan di Metal Detector bendara. Sebelum berhasil ditangkap,” jelas Danny.

Ditambahkan Kasat Narkoba Polres Banyuasin AKP Widhi Andika Darma, tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Banyausin guna penyidikan. Akibat perbuatan kedua tersangka, tegas Kapolres, dikenakan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Kedua pelaku diancam dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup dengan denda 10 milyar atau penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, denda paling sedikit Rp2 miliar dan paling banyak Rp10 miliar,” tegasnya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More