intens.news
Mitra Informasi

Mahasiwa Minta Rektor Universitas PGRI Dipecat

0 377

Intens.news, PALEMBANG – Pasca terjadinya pemukulan terhadap dua orang mahasiswa oleh oknum security Universitas PGRI Palembang saat menyuarakan aksi penuran Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada kamis (10/9/2020) lalu, berbuntut panjang. 

Pasalnya, dari insiden tersebut ratusan mahasiswa universitas PGRI Palembang dari berbagai jurusan melakukan demo di universitas PGRI Palembang, Senin (14/9/2020).

Menurut presiden mahasiswa PGRI Palembang Nur Habilbilah dalam orasinya menuntut agar uang UKT diturunkan 50 persen, meminta oknum sukurity di adili, dan juga agar Rektor dipecat.

“Kami menuntut agar dan memintak  uang UKT diturnkan sebesar 50 persen, dan juga pihak Sukurity yang telah melakukan pemukulan harus diproses secara hukum dan Rektor PGRI agar dipecat,” pinta mahasiswa.

Sementara itu, dari pihak Universits PGRI Palembang yang diwakili oleh Wakil Rektor III, Sukardi yang didampingi  Wakil 1 dan II Yasir Arapat langsung menemui pendemo.

“Ya kita ucapkan terima kasih kepada mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasinya, semua aspirasi akan kita sampaikan ke ketua yayasan PGRI,” singkatnya.

Dimana berita sebelumnya, kamis 10/9/2020 puluhan mahasiswa yang dikordinatori, Andi Leo meminta penuruan biaya (UKT) di Universitas PGRI Palembang.

Aksi berjalan dengan lancar, namun di tengah jalan dihadang oleh oknum sucurity yang langsung melakukan pemukulan yang mengakibatkan terjadinya ricuh antara keamanan kampus dan mahasiswa.

Editor : Rian

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More