intens.news
Mitra Informasi

Mari Bersama Mencari Solusi

0 24

SEORANG oknum anggota DPRD Kota Palembang tertangkap aparat BNN Pusat. Dari penangkapan tersebut BNN mengamankan barang bukti beberapa kilo narkoba jenis sabu-sabu dan ribuan butir ekstasi. Berita ini benar-benar mengejutkan masyarakat se-Kota Palembang. Bagaimana wakil rakyat yang seharusnya menjalankan amanat rakyat, ternyata adalah pelaku kriminal yang menyalahi aturan hukum dan perundang-undangan.

Inilah kenyataan pahit yang harus diterima rakyat, bahwa tanpa sadar kita telah “salah pilih” pada pemilu legislatif tahun lalu. Namun tidak ada juga yang perlu di persalahkan, karena semuanya mungkin terjadi akibat lemahnya “penegakan hukum”, dan atau pekerjaan baru sebagai anggota DPRD ternyata tidak mampu mencukupi “ongkos gaya hidup” yang memang lebih tinggi dari sebelum terpilih sebagai anggota dewan.

Lagi-lagi yang salah “Kita” sebagai rakyat selaku pemegang kekuasaan tertinggi dalam negara demokrasi. Kenapa pemimpin yang kita pilih selalu saja tidak sesuai harapan. Padahal saat mereka berkampanye, banyak para ibu-ibu yang mengelu-elukan kegantengannya, para bibi dan tante yang silau atas penampilannya yang keren dengan pakaian serba mewah, hingga menggambarkan ketampanan yang luar biasa.

Mungkin juga salah para bapak dan om-om yang mau saja terlena atas ucapan dan janji manis, serta selipan uang Rp50.000 sebagai tanda sopan santun dan bukti, bahwa sumpahnya tidak sekedar kata. Ditambah lagi perkataan orang tua bijak, dalam ceramahnya mengajak rakyat untuk memilih pemimpin yang alim dan memahami ibadah sebagai bentuk cerminan keimanan pada yang kuasa.

Alih-alih berbicara politik atau sesaat di kejutkan dengan penangkapan oknum anggota DPRD kota Palembang. Kini bencana covid-19 belum juga reda. Perekonomian di luar rumah semakin tidak menentu, dan pemerintah tengah menerapkan protokol kesehatan lewat peraturan daerah (Perda) yang akan memberikan sanksi hukuman dan sanksi denda bagi yang tidak patuh menggunakan masker.

Kenyataannya, boro-boro mau membeli dan menggunakan masker diluar rumah. Untuk memenuhi kebutuhan makan,minum, dan pembiayaan sekolah anak pun saat ini sangat sulit. Ratusan kepala keluarga saat ini sedang merasa resah. Mereka yang di sebut miskin baru ini, membutuhkan solusi dari pemerintah minimal keluar dari persoalan keterbatasan finansial dan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.

Pemerintah juga tengah khawatir dan sedang mencari solusi atas keterbatasan pembiayaan penanganan covid-19 yang setiap hari meracuni dan membunuh masyarakat. Korban bergelimpangan dan tidak pandang bulu, bahkan para pejabat pemerintah serta orang penting negeri banyak yang sudah positif mengidap covid-19.

Drama politik anggota DPRD yang tertangkap narkoba, sepertinya tidak terlalu wajib menjadi tontonan rakyat dengan segala teori warung kopinya. Namun masyarakat luas saat ini sedang terperangah singkat, karena kita tengah menyadari bahwa kebutuhan hidup lebih penting daripada “ngerumpi” orang sukses yang ditangkap polisi.

Kini yang dibutuhkan masyarakat bukan sekedar sikap bijak dan manisnya janji-janji dari para Wali Kota/ Bupati, dan Gubernur Sumatera Selatan. Masyarakat membutuhkan solusi atas segala persoalan yang sedang terjadi saat ini.

Solusi cepat, tepat, dan pasti agar virus Corona tidak menginfeksi masyarakat secara luas dan tidak lagi jatuh korban-korban lainnya. Solusi yang cepat dalam rangka mengatasi kekurangan kebutuhan makanan  dan minuman akibat dampak dari wabah.

Masyarakat menantikan perbaikan ekonomi, hingga tidak sulit mencari kehidupan dan memenuhi kebutuhan hidup. Sebab, rakyat memahami dana stimulan yang di kucurkan pemerintah berbatas dan tidak harus terus menerus diberikan pada rakyat.

Rakyat Indonesia membutuhkan hasil dari kerja pemerintah hingga kesejahteraan yang di janjikan tersebut menjadi kerja nyata, dengan hasil yang berkeadilan. Seperti halnya penegakan hukum yang tidak tebang pilih, dan keadilan yang di tegakkan bukan sekedar drama di meja hijau pengadilan negeri yang memvonis maling ayam atau pencuri sandal jepit. Sebab, hukuman tersebut diharapkan dapat memberi efek jera pada seluruh pelaku kejahatan dan kriminalitas.  Wallahu ‘alam. (****)

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More