intens.news
Mitra Informasi

Masker di Masa Pandemi Corona, Bagaikan Helm dan Sabuk Pengaman

0 40

BAGI pengguna kendaraan roda dua atau motor, tentu sudah mengetahui hukum wajib berkendara. Memakai helm menjadi sebuah keharusan. Begitupun untuk pengemudi mobil, sabuk pengaman wajib melingkar di tubuh kalian saat menyetir.

Jika ketentuan wajib tersebut dilanggar, tidak hanya berakibat pada sanksi tindakan langsung (tilang) dari kepolisian, namun juga dapat berakibat fatal ketika terjadi insiden kecelakaan. Suatu peristiwa yang tentunya tidak kalian inginkan.

Bahkan, di masa pandemi virus Corona (Covid-19) seperti sekarang, tidak hanya dua perlengkapan itu saja yang harus digunakan, namun para pengendara juga diwajibkan memakai masker. Selayaknya di Kota Palembang.

Ya, penggunaan masker tak hanya untuk pengemudi saja, namun juga berlaku bagi penumpang kendaraan. Jika tidak diindahkan, sanksi tegas sudah menanti. Bukan berupa tilang, namun diisolasi selama 1×24 jam. Para pelanggar bakal ‘diinapkan’ semalaman di Asrama Haji oleh Tim Gugus Tugas Covid-19.

Sanksi tegas terhadap warga yang tidak menggunakan masker sudah mulai diberlakukan sejak kemarin, Kamis, 30 April 2020. Penegakkan terhadap aturan ini mengacu pada Peraturan Walikota Palembang Nomor 1 tahun 2020, tentang Peningkatan Pengendalian dan Pencegahan Covid-19.

Razia yang dilakukan Tim Satuan Tugas Covid-19 Kota Palembang, berlangsung di beberapa titik Ibukota Sumatera Selatan, mulai dari Simpang Polda, Simpang DPRD, Simpang Charitas, hingga kawasan Jakabaring.

Pada razia di hari pertama itu, setidaknya ada 33 warga yang terjaring dan langsung dimasukkan ke dalam bus dan bawa petugas ke Asrama Haji. Mereka diberi sanksi berupa isolasi selama 24 jam, karena tidak menggunakan masker saat keluar rumah.

Saat masa karantina selama 1×24 jam, para pelanggar akan diberikan edukasi bagaimana menghafal bidang pencegahan virus Corona. Dan pemutaran video mengenai bahayanya virus corona jika tidak memakai masker.

Pemutaran video dan edukasi ini telah difasilitasi Dinas Kesehatan dan Dinas Kominfo. Jadi mereka tidak serta merta menginap. Saat sore hari diberikan edukasi, kemudian ketika malam baru masuk kamar. Ini dilakukan semata-mata sebagai efek.

Razia yang dilakukan ini, dipastikan tidak hanya berlangsung dalam satu dua hari saja, namun bakal dilakukan secara intensif. Tak hanya di jalan protokol, Tim Gugus Tugas juga bakal menjadikan pasar sebagai target razia masker.

Mengapa demikian? Sebab, pasar merupakan salah satu tempat yang menjadi titik banyak orang berkumpul. Hal ini berpotensi menjadi ‘lokasi empuk’ penyebaran virus Corona. Sesuatu yang tentu harus dihindari.

Pemerintah Daerah, meski belum menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara resmi, tetap menginginkan masyarakat untuk dapat mematuhi setiap aturan ketat selama pandemi Corona.

Tanpa tujuan yang jelas, masyarakat diminta untuk tetap di rumah, menjaga kebersihan dan tidak berkumpul dengan banyak orang di satu titik. Yang tidak kalah penting, masker wajib menutupi mulut dan hidung kalian saat kaki mulai menginjak keluar rumah. ***

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More