intens.news
Mitra Informasi

Masker Penutup Mulut Bukan Hanya Untuk di Musim Asap

0 29

Keberadaan masker penutup mulut dan hidung yang berstandar kesehatan di Indonesia bagaikan teka-teki, di tengah merebaknya wabah Covid -19 atau dikenal dengan virus corona yang harus diwaspadai masker justru hilang di peredaran.

Memang, mengantisipasi virus corona tidak cukup hanya menutup mulut menggunakan masker, malainkan tetap menjaga setamina tubuh, menerapkan pola hidup bersih dan sehat secara konstan.

Kendati demikian, jika seseorang harus melakukan pekerjaan yang tak bisa dilakukan dengan cara Work from Home tentunya seseorang tersebut harus menggunakan masker. Hal ini bukan sekedar mengantisipasi penyebaran virus corona namun juga untuk menghindari debu-debu jalanan yang bisa menimbulkan penyakit tak kalah ganas dari virus corona.

Jika mengenang musim asap di tahun 2019 lalu, pemerintah mampu membagikan jutaan masker secara geratis. Namun, saat ini tidak banyak pemerintah memberikan masker seperti tahun sebelumnya, sampai-sampai pemerintah pun menegaskan ancaman bagi para penimbun masker.

Yang mana ancaman bagi penimbun masker dapat terkena Pasal 107 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan yang berbunyi, pelaku Usaha yang menyimpan Barang kebutuhan pokok dan/atau Barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat dan/atau terjadi hambatan kelangkaan lalu Barang, lintas gejolak Perdagangan harga, Barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah).

Penegasan isu tersebut seakan menunjukan di Negeri ini tengah kekurangan masker. Dan seandainya produksi makser yang berstandar kesehatan mencukupi permintaan pasar, otomatis tidak akan perna terjadi penimbunan. (**)

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More