intens.news
Mitra Informasi

Menderita Meningitis Sejak Berusia 4 Tahun, Carina Rahmadani Butuh Uluran Tangan Pemerintah

0 3

Intens.news, PALEMBANG – Carina Rahmadani (11 tahun) warga Jalan PSI Lautan Lorong Kedukan Bukit II RT 016 RW 004, Kelurahan 35 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II Palembang, Sumatera Selatan mengalami penyakit miningitis sejak berusia 4 tahun, dirinya butuh uluran tangan dari Pemerintah

Yumairo (36) orang tua Carina mengatakan, saat itu, diduga Carina keracunan makanan dari makanan yang dimakannya. Sejak saat itu, ia berupaya untuk mengobati anaknya, namun tidak membuahkan hasil.

“Dahulu masih ada BPJS dan masih bisa berobat. Sekarang masih terus berobat, tetapi untuk obat saja masih berat. Setiap bulan harus mengeluarkan uang Rp 400 Ribu perbulan. Belum lagi untuk kebutuhan sehari-hari, sedangkan aku tidak bekerja,” ujar Yumairo, Selasa (15/9/2020).

Dirumah kayu yang terlihat memprihatinkan, Carina hanya tinggal bersama sang ibu berdua saja. Sedangkan ayah Carina, sudah setahun lalu meninggal. Pekerjaan Yumairo yang dulunya sebagai upahan menenun kain songket juga tidak lagi dilakoninya. Hal ini, dikarenakan Yumairo  harus menjaga Carina di rumah.

Dengan kondisi ekonomi yang sangat sulit dan tidak ada penghasilan, sehingga Yumairo dan anaknya hanya bisa pasrah untuk melanjutkan hidup. Carina juga hanya bisa dirawat di rumah saja dan tidak dapat dilakukan pengobatan karena keterbatasan biaya.

“Kalau sekarang hanya mengandalkan belas kasihan tetangga yang memberi. Karena untuk bekerja juga tidak bisa lagi. Bila bekerja, Carina harus ditinggal dan tidak ada yang menjaga. Aku juga sudah pasrah, jangankan uang untuk berobat Carina, uang untuk makan saja tidak ada. Hanya mengharapkan pemberian tetangga yang kasihan dengan kami,” ungkap Yumairo sambil meneteskan air mata.

Kesulitan ekonomi yang dialami Yumairo saat ini dengan tidak bekerja dan juga hanya mengharapkan belas kasihan tetangga, membuat Yumairo hanya bisa ber doa. Ia berharap ada orang yang berbaik hati untuk bisa mengobati anak semata wayangnya tersebut.

“Aku hanya berdoa dan berharap anak ku sembuh dan bisa hidup normal seperti anak pada umumnya,” katanya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More