intens.news
Mitra Informasi

Menggugah Kesadaran Untuk Hidup Bersih

0 25

TERKADANG kita terlalu jauh memikirkan pembangunan tekhnologi yang terus berkembang. Bahkan kita terjebak dalam untaian kata hikmah dan perdebatan hukum ibadah. Namun, didepan mata virus Covid-19 belum juga sirna, tumpukan sampah berbau tidak sedap menempel di pakaian kita, bahkan siring didepan rumah kini terhambat plastik yang sengaja dibuang tetangga.

Keadaan ini mungkin menjadi hal “biasa” dan bukan pemandangan aneh di tempat tinggal kita. Dan saat hujan deras melanda, tiba-tiba seluruh warga ribut karena air got masuk kedalam rumah. Ditengah hujan deras,beberapa orang kemudian mendorong sampah dari dalam got yang terhalang hingga aliran air mulai lancar dan banjir mulai surut.  Para warga terpaksa membersihkan rumah setelah genangan air menerobos masuk, ada juga yang was-was karena air hampir menyambar stop kontak listrik yang memang terletak di lantai.

Sungguh berbanding terbalik dengan keadaan kota Palembang, yang telah menikmati tekhnologi modern LRT pertama di Indonesia. Rata-rata warganya bukan hanya belum mampu membudayakan hidup bersih dan sehat, bahkan hampir 74 persen belum memiliki sanitasi yang standar dengan kesehatan. Sebenarnya, hampir rata-rata perkotaan identik dengan pola hidup yang tidak terarah di sebabkan ketidak seimbangan ekonomi. Tetapi, pola hidup tidak sehat tersebut sebenarnya bukan di sebabkan karena miskin, tetapi adanya kesadaran untuk hidup yang laik, bersih, dan sehat.

Banyak kita jumpai desa-desa terpelosok, atau perkampungan yang para warganya hidup sederhana. Namun, desa tersebut bersih, rapi, dan tertata. Tidak dijumpai sampah plastik di depan rumah mereka, atau daun yang berserakan meski pepohonan hijau subur dan tinggi. Pola hidup bersih tersebut harusnya bisa dilakukan oleh warga kota. Bukankah pemerintah sudah menyediakan berbagai tempat penampungan sampah di setiap sudut, dan menyediakan puluhan hektar lahan tempat pembuangan akhir?

Ah, mungkin tumpukan sampah terjadi akibat kurangnya managemen tata kelola pemerintah, hingga terjadi pembiaran oleh petugas. Atau mungkin telah terjadi overload hingga sampah yang ditampung lebih banyak dari kapasitas yang ada.

Sungguh kita tidak bisa saling menyalahkan, namun harus ada solusi atas persoalan sampah ini. Pertama, pemerintah harus memaksimalkan tata kelola sampah, hingga penampungan dan penguraian dapat seimbang dengan volume setiap harinya. Mungkin harus dilakukan inovasi yang dibantu tekhnologi modern agar sampah dapat di tanggulangi.

Kedua, mengupayakan kesadaran seluruh warga untuk membudayakan hidup bersih dengan tidak membuang sampah sembarangan. Menegakkan peraturan daerah dengan ancaman sanksi, agar warga lebih tertib. Ketiga, mendorong semangat gotong royong setiap agar proses kesadaran hidup bersih terbina.

Meski tiga hal tersebut sangat normatif, namun upaya tersebut wajib dilaksanakan secara masiv oleh seluruh warga Palembang. Tindakan preventif merupakan salah satu upaya untuk mengurangi resiko penyakit, yang mungkin timbul akibat sampah. Dan tindakan preventif untuk mengurangi resiko terjadinya genangan air, atau wabah yang ditimbulkan akibat pola hidup yang tidak sehat. Wallahu’alam.

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More