intens.news
Mitra Informasi

Menjelang Waktu Mudik

0 38

Intensnews-MESKI puasa baru akan dimulai bulan April, namun kini sebagian besar masyarakat sudah menyusun rencana mudik kekampung halaman. Wajar saja hal ini terjadi, sebab sejak tahun kemarin sebagian besar masyarakat tidak bisa mengikuti tradisi tersebut. Karena seluruh kawasan di Indonesia melaksanakan lockdown akibat wabah virus Covid-19.

Meski lebaran Idhul Fitri di perkirakan akan berlangsung pada bulan Mei 2021 akan datang, sebagian besar warga Palembang telah mempersiapkan diri akan datangnya ramadan. Mereka yang memiliki kesadaran spiritual, telah mulai melatih diri mempersiapkan fisik dan mentalnya agar maksimal dalam melaksanakan ibadah puasa.

Tapi yang paling sibuk saat ini, adalah ibu rumah tangga. Sebagian besar keluarga mulai berbelanja berbagai kebutuhan puasa ramadan. Mereka berbelanja gula pasir, minyak goreng, beras, mie instan, terigu, dan bahan pokok lainnya. Karena permintaan mulai meningkat, harga-harga sembako juga bergerak naik.

Sebagian dari kita juga sudah mulai mempersiapkan berbagai bekal, karena tertanamnya tekad di jiwa bahwa lebaran tahun 2021 ini keluarga harus mudik. Beruntung mereka yang punya penghasilan tetap, dapat menghemat uangnya selama masa pandemi covid-19. Namun, sebagian warga lainnya yang penghasilannya tidak bisa di prediksi, mungkin akan sedikit bersedih hati karena mudik tahun ini tidak akan maksimal.

Wajar saja jika pemerintah mulai membuat ketetapan dengan mengeluarkan kebijakan “boleh” mudik lebaran tahun 2021. Berita-berita yang menghiasi media-media berisi kebijakan yang disambut haru. Sayangnya, hanya sebagian kecil saja warga yang membaca berita-berita tersebut sampai tuntas. Sebagian lainnya membaca judul, tanpa memperhatikan bahwa ketentuan kata “boleh” ternyata cukup banyak syarat yang harus di lalui.

Seperti dikatakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam rapat dengan DPR RI beberapa waktu lalu. Ada ketentuan dan syarat yang harus di lewati dalam pelaksanaan mudik lebaran tahun 2021.

Pertama, mudik lebaran 2021 bisa terlaksana adalah dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat mulai dari tempat keberangkatan, selama perjalanan, sampai di tempat kedatangan.

Kedua, untuk mengantisipasi adanya lonjakan penumpang pada masa mudik lebaran tahun ini, pemerintah akan melaksanakan tracing secara ketat terhadap masyarakat yang bepergian.

Ketiga, untuk memperketat syarat perjalanan, pemerintah tengah berkonsultasi dengan pihak-pihak terkait agar mempersingkat masa berlaku alat screening (penyaringan) covid-19 seperti GeNose, rapid test, atau PCR Test.

Penerapan protokol kesehatan lainnya yang juga akan diperketat seperti memakai masker, melaksanakan jaga jarak, melakukan desinfeksi prasarana/sarana, pemberlakuan pembatasan penumpang dan pengaturan jadwal layanan.

Duh, tampaknya banyak sekali syarat yang harus di lewati. Belum lagi hal-hal administrasi lainnya yang mungkin akan berbayar saat di lapangan. Akan ada harga yang tinggi, dan lelah yang harus dibayar oleh para pemudik tahun ini.

Mari kita berfikir positif saja, apa yang di upayakan pemerintah saat ini mungkin sangat wajar. Karena wabah covid-19 masih terus menginfeksi manusia, meski sudah di lakukan upaya vaksinasi namun penyakit tersebut tidak akan serta merta hilang. Apalagi jika terjadi kumpulan orang yang sangat rapat, akan ada yang tertular.

Ada baiknya kita mengikuti anjuran pemerintah, karena persoalan kesehatan sangat penting. Alangkah tidak nyamannya hidup kita, ketika takbir Idhul Fitri bergema keluarga malah merasa sedih karena harus merawat yang sakit. Mari kita tetap menjaga kesehatan, menerapkan protokol kesehatan, dan menjaga jiwa kita tetap merasa tenang dan berbahagia atas nikmat yang diberikan sang Kuasa. Aamiiin.

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More