intens.news
Mitra Informasi

Merasa Dibohongi, Widodo Laporkan Perusahaan Perumahan The Green Kayana Residence

0 109

Intens.news, PALEMBANG – Merasa dibohongi oleh pihak pengembang The Green Kayana Residence, Widodo (53) warga Jalan Pandawa, RT 39 Kelurahan 2 Ilir, Kecamatan IT II Palembang ini menempuh jalur hukum.

Hal tersebut dilakukan oleh Widodo, Pasalnya sertifikat hak milik (SHM) atas tanah dan bangunan rumah yang telah ia beli dari pihak pengembang The Green Kayana Residence sampai saat ini belum juga diterimanya.

Menurut kuasa hukum Widodo, Novel Suwa SH MH, kliennya tersebut telah melunasi uang pembelian atas tanah dan bangunan yang berlokasi di The Green Kayana Residence, Block B1, pada tergugat, PT Tunas Visi Pratama yang mana dalam kasus ini selaku pengembang The Green Kayana Residence.

“Klien kami, Widodo selaku penggugat telah melunasi dari tahun 2014 lalu, dijajikan oleh pihak pengembang 2 tahun dari tanggal pelunasan, SHM atas tanah dan bangunan di The Green Kayana Residence, Block B1akan diberika pada Widodo selaku pembeli. Namun hingga saat ini pihak pengembang belum juga memberikan hak klien kami yang sudah melunasi pembelian tersebut,” ujar Novel, Sabtu (16/1/2021).

Novel juga menjelaskan jika pada Selasa (12/1/2021), Pengadilan Negeri Palembang, melalui persidangan mengabulkan beberapa permohonan atas penggugat Widodo pada pihak tergugat PT Tunas Visi Pratama.

Diantaranya menyatakan penggugat adalah pembeli dengan itikat baik, tergugat telah melakukan tindakan wanprestasi, menyatakan SHM dari sebidang tanah seluas 120M berikut bangunan rumah yang berdiri diatasnya yang terletak The Green Kayana Residence, Block B1 benar milik penggugat, dan menghukum tergugat untuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar 1 juta per hari apabila tergugat lalai dalam menjalankan putusan ini.

Atas putusan majelis hakim tersebut, melalui kuasa hukumnya Novel Suwa berharap jika pihak pengembang dapat segera memberikan hak-hak kliennya tersebut.

“Kami berharap pada pihak pngembang The Green Kayana Residence, yakni PT Tunas Visi Pratama untuk segera memberikan hak-hak yang telah dibacakan majelis hakim di dalam persidangan tersebut. Karena pada dasarnya SHM yang dimaksudkan sudah lama dibayar lunas oleh pihak klien kami,” Ujar Novel.

Terpisah, Kuasa Hukum The Green Kayana Residence, Niko, mengatakan, jika pihaknya sampai saat ini belum menerima salinan putusan perkara tersebut.

“Seingat kami uang dwansom yang wajib dibayarkan per hari itu sebesar 100 ribu rupiah. Kami belum bisa berkata banyak, pasalnya sampai saat ini kami belum menerima salinan putusan perkara tersebut,” singkatnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More