intens.news
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita

Merasa Difitnah, 2 Terdakwa Kasus Dugaan Penganiayaan Minta Dibebaskan

0 61

Intens.news, PALEMBANG – Robbi Guslaf dan Desmi Panca, membantah telah melakukan penganiayaan terhadap korban R. Omar Cakra Wiguna, atas masalah izin penguasaan lahan parkir di Pasar Multiwahana Sako Palembang. Kedua terdakwa perkara kasus dugaan penganiayaan itu justru merasa difitnah.

Bantahan kedua terdakwa ini mereka sampaikan dihadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palembang Klas 1A Khusus, pada Rabu (4/12/2019). Merasa tidak melakukan perbuatan tersebut, kedua terdakwa pun meminta keadilan untuk dibebaskan dari hukum yang menjeratnya.

Dalam sidang yang digelar diruang sidang Pengadilan Negeri Palembang, Majelis Hakim yang diketuai Hakim, Adi Prasetyo, kedua terdakwa dihadirkan guna mendengarkan kesaksiaan Ade Charge, yang melihat pada saat kronologis kejadian tersebut berlangsung.

Adapun saksi yang dihadirkan oleh kuasa hukum terdakwa tersebut berjumlah empat dari rencana dihadirkan lima orang saksi. Dari kesaksian keempat orang tersebut, sebagian besar menyatakan bahwa kedua terdakwa diduga tidak melakukan penganiayaan terhadap korban.

Bahkan, salah seorang saksi mengatakan bahwa mengenai lahan parkir tersebut merupakan pengalihan dari korban kepada terdakwa. Itu dibuktikan dengan adanya surat izin pengurusan lahan parkir dari pihak Dinas Perhubungan.

“Izin yang mulia, bukti surat itu sudah diserahkan kepada kuasa hukum terdakwa yang mulia,” ucap salah satu saksi, meminta untuk memperlihatkan bukti surat dihadapan majelis hakim.

Seketika kuasa hukum menunjukkan barang bukti tersebut kepada majelis hakim, serta pihak kuasa hukum meminta jika majelis mengizinkan ada satu bukti lagi. Salah satu saksi dari korban mencabut keterangan dari kepolisian dikarenakan dibawah tekanan oknum memberikan kesaksian palsu dalam bentuk rekaman video berdurasi 1 menit 27 detik.

“Ya nanti tolong juga diserahkan barang bukti dari salah satu saksi tersebut kepada kami, agar dapat jadi bahan pertimbangan kami,” ujar hakim Adi Prasetyo.

Kuasa hukum kedua terdakwa, Dwi Yanti, mengenai perihal tersebut mengatakan, bahwa kliennya saat ini hanya merasa difitnah. Dari keterangan saksi-saksi dibawah sumpah pun banyak yang menyangkal bahwa kliennya tersebutlah yang bersalah.

Bahkan, salah satu saksi dari korban juga menginformasikan pada pihaknya bahwa saksi tersebut memberikan keterangan palsu dikarenakan dibawah tekanan oknum dari pihak korban.

“Selama persidangan fakta yang membuktikan klien kami tidak bersalah banyak, mulai dari korban yang selalu mengelak untuk hadir, bahkan terakhir kami punya rekaman video salah satu saksi korban yang mengatakan bahwa pada BAP kesaksian sidang sebelumnya memberikan kesaksian palsu karena dibawah tekanan,” ungkapnya.

“Kami mengharapkan setelah melihat fakta-fakta persidangan agar majelis hakim menjadi bahan pertimbangan berdasarkan fakta tersebut dan dapat membebaskan kliennya dari berbagai tuntutan hukum,” harapnya.

Sedangkan dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang Sigit Subiantoro Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana sebagaimana ketentuan melanggar Pasal 365 Ayat (2) KUHP.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More