intens.news
Mitra Informasi
intens hari raya

Meski Pusat Keluarkan Larangan, Gubernur Sumsel Tetap Bolehkan Warga Mudik

0 164

Inten.news, PALEMBANG – Pemerintah Pusat telah mengeluarkan aturan larangan mudik lebaran Idul Fitri 6 sampai 17 Mei 2021 mendatang, hal tersebut untuk menekan angka penularan wabah COVID-19 yang dinilai masif. 

Lain halnya dengan di Sumatera Selatan, meskipun Pemerintah Pusat mengeluarkan aturan larang mudik, tapi masyarakat Sumsel tetap diperbolehkan. Asalkan selalu menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

“Kebijakan mudik secara nasional saya tidak mengaturnya, namun tingkat Provinsi Sumsel. Untuk yang ingin mudik ke dusun silahkan. Tapi jangan melanggar aturan, terutama prokes dan selalu ingat tentang pesan-pesan pemerintah pusat,” ungkap Gubernur Sumsel, Herman Deru, Kamis (15/04/2021).

Deru meminta, untuk daerah yang ikut menjalankan PPKM agar menjalani semua aturan yang telah ditanda tanganinya. Dirinya juga akan mengingatkan kepala daerah sampai dengan tingkat RT dan RW. Terlebih kota Palembang kembali masuk dalam kategori zona merah atau zona penyebaran COVID-19 yang cukup tinggi.

“Perubahan zona penyebaran COVID-19 di suatu daerah selalu berfluktuasi. Zona merah ini kan fluktuatif harian. Saya minta kepala daerah jalani aturan yang saya tanda tangani,” katanya.

Sebelumnya, Deru juga telah meminta kepada pemerintah daerah untuk mengontrol dan mengawasi pelaksanaan PPKM di daerah yang menerapkan. Terutama, dengan kembali digencarkannya pelaksanaan desa siaga COVID-19 di 2.800 desa di Sumsel.

“Desa tangkal COVID-19 ini memang aktif, tidak pernah mati. Namun mungkin perlu dikontrol. Nanti saya minta bupati, walikota untuk membantu mengontrol pelaksanaan PPKM di daerah, terutama di desa-desa. Kita ada 2.800 desa di Sumsel,” terangnya.

Selain itu, pemerintah provinsi Sumsel juga akan memaksimalkan upaya pencegahan dengan menggiatkan sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat Sumsel.

“Sosialisasi terus berjalan, dan kita juga terus menggencarkan upaya 3T, tracing, testing dan treatment. Ini upaya kita yang tidak pernah berhenti. Kita fokus untuk menurunkan penambahan angka positif COVID-19 di Sumsel,” jelas Deru.

Sementara, Wali Kota Palembang, Harnojoyo mengatakan, bahwa zona merah di Palembang hanya ada beberapa titik saja.

“Jadi, tidak di keseluruhan. Ada di dua kecamatan, tetapi (saat) ini pemberlakuan PPKM sehingga kecamatan itu dikatakan zona merah,” katanya seusai menghadiri Audiensi Pimpinan KPK RI bersama seluruh kepala daerah se-Sumatra Selatan dan Jajaran terkait Pengadaan Barang dan Jasa di Aula Bina Praja Pemprov Sumsel.

Harnojoyo menjelaskan, untuk mencegah penyebaran kasus virus corona atau COVID-19 lebih masif pemerintah kota Palembang rutin mensosialisasikan aturan dan larangan selama PPKM diterapkan.

“Tetap di lapangan perwali kita masih berlaku yang PSBB,” ujarnya.

Berdasarkan data laporan harian COVID-19 dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel. Tercatat jumlah kasus positif sebanyak 9.347 kasus, suspek tercatat sebanyak 26.439 kasus, Orang Tanpa Gejala (OTG) 14.271 kasus.

Dua kecamatan di Palembang yang tercatat sebagai zona merah yakni Kecamatan Ilir Barat I dan Kecamatan Sako. Sementara zona oranye yakni Alang-alang Lebar, Ilir Timur I, Ilir Timur II, Ilir Timur III, Ilir Barat II, Kemuning, Plaju, Kalidoni, Sematang Borang dan Sukarami, sedangkan zona kuning terdiri dari Bukit Kecil, Gandus, Jakabaring, Kertapati, Seberang Ulu I dan Seberang Ulu II.

editor : Fadhil

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More