intens.news
Mitra Informasi

Meski Resahkan Warga, Ternyata Penangkaran Buaya Bisa Punya Potensi Ekonomi

0 24

Intens.news, BANYUASIN – Masyarakat di Desa Tanjung Sari Kelurahan Sukamoro Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin saat ini memang diresahkan dengan adanya buaya yang diduga lepas dari penangkarannya yang berada tak jauh ditempat tinggal mereka.

Namun dari sisi yang berbeda, ternyata binatang buaya bisa bernilai ekonomis jika dimanfaatkan dengan baik yaitu dengan melakukan ternak buaya dengan cara penangkaran. Hal ini disampaikan Plt Asisten II Setda Kabupaten Banyuasin, Hasmi.

“Diperbolehkan selagi bahan baku dari penangkaran, kalau dikelola ini potensi dan mencipta lapangan kerja. Masyarakat gaya hidupnya ada yang sepatu dan tas dari kulit buaya,” ujarnya.

Ditegaskan Hasmi, dalam mengelola hewan buaya untuk menjadi bahan baku industri tidak bisa sembarangan mengambil buaya dari habitatnya di alam, kecuali hewan ternak. “Kalau menangkap langsung dari alam itu dilarang UU BKSDA,” tegasnya.

Sementara Camat Talang Kelapa Aripin Nasutio mengatakan, jika ada warga yang ingin memelihara atau ternak buaya diperbolehkan, asal tetap dengan prosedur yang berlaku.

 “Kalau mereka juga ingin memelihara silahkan di ajukan sesuai dengan SOP BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam),” katanya.

Sementara pemilik penangkaran Buaya di Desa Tanjung Sari bernama Jhoni menyampaikan, buaya memang bisa dimanfaatkan kulit dan dagingnya, ada yang untuk obat dan bahan baku lainnya. “Buaya itu yang diambil kulit dan daging, daging bisa untuk obat. Itupun jika usia buaya sudah 4 tahun keatas,” tukasnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More