intens.news
Mitra Informasi

Minggu Depan Plt Bupati Muara Enim Juarsah Akan Dihadirkan Dalam Persidangan Kasus 16 Proyek

0 106

Intens.news, PALEMBANG – Kepala KPK Muhmmad Asri Irawan mengatakan dalam persidangan kasus 16 proyek Muara Enim, bahwa dari ketiga saksi yang dihadirkan hari ini, dua terdakwa yakni Haris Hb ( Ketua DPRD Muara Enim)  dan Ramlan Suryadi ( Mantan Plt  Dinas PUPR Muaraenim) sudah terlihat keterlibatannya dalam menerima suap 16 proyek tersebut.

“Iya jadi dari tiga orang saksi tadi, itu kita datangkan pegawai Bank Mandiri yang mana dia menyatakan bahwa terpidana Robi pernah mengambil dan menukarkan uang pecahan dollar Amerika. Untuk keperluan membagikan fee kepada para pejabat Muara Enim. Yang mana pembagian tersebut diketahui secara detail oleh Elvin dan Ramlan Suryadi,” ucapnya usai persidangan, Selasa (13/10/2020).

Dikatakannya, setiap saksi yang dihadirkan pihaknya terus menelaah tentang keterlibatan Kepala DPRD dan mantan  Plt Dinas PUPR Muaraenim tersebut.

“Tentu sudah ada keterlibatannya karena dari saksi-saksi sebelumnya itu kita tetap meneliti dan sejauh ini saksi yang kita hadirkan telah mengarah pada titik keterlibatan terdakwa,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa minggu depan pihaknya akan kembali memanggil saksi sebanyak 6 orang. Diantaranya terpidana Ahmad Yani, Plt Bupati Muara Enim Juarsah, anggota DPR dan Dinas PUPR Muar Enim. “Tapi ini belum pasti, masih bisa berubah pastinya Juarsah bakal kita panggil,” tegasnya.

Dari Kesaksian Terpidana Robi Okta Fahlevi ( kontraktor penyuap  mantan Bupati Muara Enim) pada saat sidang dengan beragendakan mendengarkan keterangan saksi terhadap dua terdakwa Aries Hb dan Ramlan Suryadi, menyatakan bahwa dirinya pernah mendapatkan perintah dari Elvin untuk memberikan uang kepada Plt Bupati Muara Enim Juarsah.

“Jadi pada saat di rumah makan Sarirande itu saya diminta oleh pak Elvin untuk menyiapkan uang untuk bos, pak Wabup Juarsah dan anggota DPR pak jaksa,” terangnya pada saat sidang teleconference berlangsung pada Selasa (13/10).

Bukan hanya itu dijelaskannya juga pada Ketua KPK Januar Dwi Nugroho bahwa Elvin memerintahkan untuk menyiapkan uang 300 US Dollar dan Rp 100 juta rupiah.

“Kalau uang itu Saya ingat pak Elvin gak ada nyebut untuk Ketua DPRD Haris Hb atau Ramlan Suryadi pak, tapi saya gak tau apakah uang itu juga diterima oleh mereka,” terangnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More