intens.news
Mitra Informasi

Modus Jemput Anak, Terdakwa Penggelapan Motor Divonis 1,6 tahun Kurungan

0 35

Intens.news, PALEMBANG- Abu Umar terdakwa kasus penggelapan motor dengan  modus pinjam motor untuk menjemput anak divonis  1 Tahun 6 bulan oleh ketua majelis hakim Toch Simanjuntak di ruang sidang Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus. Kamis (22/10/2020). 

Tuntutan tersebut serupa dengan Jaksa Penuntut Umum minggu lalu dengan pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

Menurut majelis hakim tidak ada hal-hal yang bisa meringankan terdakwa sementara untuk hal-hal yang memberatkan ialah perbuatan terdakwa dianggap telah  meresahkan warga setempat.

Mendengar putusan tersebut, terdakwa bersama kuasa hukumnya Rizal pun menerima putusan tersebut. ” Iya pak saya terima,” Ucap Abu  singkat.

Dengan demikian sidang pun dinyatakan selesai dan ditutup oleh ketua majelis hakim .

Dalam dakwaan dijelaskan permasalahan terdakwa bermula pada bulan Juni 2020 lalu di Kecamatan SU 1 Kota Palembang terdakwa menggadaikan sepeda motor  tanpa ada izin dari temannya yang memiliki kendaraan tersebut.

Dengan modus minjam motor milik korban untuk menjemput anak di Lorong Kapitan sebentar saja. Mengetahui hal tersebut, korban pun meminjamkan motornya. Namun setelah ditunggu selama 30 menit, Terdakwa tak kunjung datang.

Sehingga korban curiga dan langsung bergegas ke Lorong Kapitan untuk melihat terdakwa. Namun setibanya disana korban tidak melihat terdakwa hingga malam hari korban menunggu motornya tersebut dan terdakwa belum juga mengantarkan motor miliknya.

Merasa geram, korban pun langsung melaporkan kepada RT dan Rw setempat serta membuat laporan ke Polrestabes Palembang. Setelah melaporkan tersebut, pihak Polisi langsung melakukan pencarian terhadap terdakwa.

Tidak sampai 1×24 jam laporan diterima, pihak Polrestabes berhasil mengamankan terdakwa tanpa perlawanan. Berdasarkan data Polrestabes Palembang motor yang dibawa terdakwa tersebut telah digadaikannya kepada temannya sendiri dengan harga Rp 1 juta rupiah. Dengan demikian korban mengalami kerugian sebesar Rp 14 juta rupiah.

Atas perbuatan terdakwa, JPU Desy menuntut terdakwa dengan pasal 372 KUHPidana tetang Penggelapan dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Editor : Rian

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More