intens.news
Mitra Informasi

Mulut dan Racun Lidah Mertua

0 42

TULISAN ini sebenarnya tidak ada hubungan antara mulut manusia, dan tanaman lidah mertua atau sanseviera yang masih menjadi tren di kalangan penggemar tanaman. Namun, di berbagai pemberitaan dan media sosial, mulut yang kurang pantas sepertinya meraja lela dan memberi dampak negatif terhadap berbagai persoalan yang sedang melanda.

Kita bahas tanaman lidah mertua atau sanseviera. Tanaman tersebut berbentuk panjang dan menjulur, dengan berbagai varian dan warna. Tanaman tersebut menurut penelitian, memberi efek positif bagi manusia, karena dapat menyedot racun dan polusi udara di dalam rumah. Bahkan, baru-baru ini pemerintah Provinsi DKI Jakarta, rencananya akan mengembangkan proyek tanaman lidah mertua, dalam rangka mengurangi racun dan polusi udara di Jakarta.

Tidak heran, jika tanaman lidah mertua semakin tren dan harganya mahal. Beberapa varian lidah mertua harganya mencapai puluhan juta bahkan ratusan juta rupiah. Tergantung jenis dan varian unggulan dari tanaman tersebut. Tanaman lidah mertua sangat mudah hidup dan tumbuh. Cukup dengan memotong bagian ujung sekitar 3 inci, kemudian di tanaman dan lidah mertua akan hidup dan berakar. Tanaman ini juga tidak memerlukan pencahayaan yang tinggi, dan hanya membutuhkan sedikit air. Hingga tidak terlalu sulit untuk merawatnya.

Namun, tanaman ini juga memiliki efek negatif. Hingga harus di jauhkan dari binatang peliharaan atau bayi. Karena jika lidah mertua termakan, racun di dalam tanaman tersebut dapat membuat diare dan muntah-muntah. Tanaman ini juga harus di jauhkan dari orang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah.

Entah mengapa tanaman sanseviera yang tren dengan nama lidah mertua. Apa karena panjang menjulur dengan ujung yang runcing, atau karena alasan lainnya. Yang pasti, ketika berbicara tentang lidah manusia, jika tidak hati-hati akan sangat berbahaya. Apalagi, jika yang berbicara adalah tokoh-tokoh ternama di Indonesia, ucapan tersebut sedikit saja terungkap maka efeknya akan memberi nilai besar bagi masyarakat secara luas.

Seperti halnya kisruh antara Nikita Mirzani versus Habib Rizieq. Meski diluar perkiraan kita, namun efek politik sangat besar di masyarakat secara luas. Ada yang berpendapat, seorang tokoh agama sangat tidak pantas berkisruh dengan seorang artis panas yang kredibilitas moralnya di pertanyakan. Namun,kenyataan pahit yang terjadi saat ini adalah efek negatif tersebut justru tersebarnya fitnah-fitnah di masyarakat yang tersebar lewat media sosial.

Keruntuhan nilai-nilai moral seorang alim ulama, tergerus oleh pendapat sembarangan dari masyarakat yang tidak memperdulikan ketokohan seseorang, bahkan mungkin dapat membunuh karakter tokoh tersebut. Kita yang hidup di dunia modern yang penuh dengan kecanggihan tekhnologi informasi, harus kembali berhadapan dengan sejumlah fitnah, yang kalau di sadari tidak ada landasan dasarnya. Negatifnya, fitnah-fitnah itu di terima dan terekam dalam jejak digital di ponsel, medsos, serta fikiran alam bawah sadar kita.

Metode berfikir positif dan bijaksana dalam melihat persoalan yang terjadi, menjadi referensi dan bacaan saja, bahkan tidak dapat di aplikasikan dalam tindakan dan langkah positif dalam kehidupan. Keruntuhan nilai moral yang tanpa di sadari sudah terjadi dalam diri masing-masing individu, akan berimbas pada trust atau kepercayaan pentingnya menjaga keutuhan dan persatuan bangsa. Inilah yang sering kali di takuti oleh para pendiri bangsa, para intektual, para pemimpin, dan para aktivis pemersatu bangsa.

Bapak ilmu sosiologi dunia, Ibnu Khuldun dalam Al Mukhaddimah berpendapat, bahwa tanda -tanda kehancuran suatu perdaban atau negeri terjadi di karenakan maraknya perilaku tercela, gaya hidup malas dan bermewah-mewahan, kefasikan, hingga runtuhnya iman dalam diri.  Apakah hal ini sudah berlangsung? Bagaimana dengan diri kita? Semua pertanda itu harus menjadi pelajaran penting agar tetap waspada terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi.  Mulut dan lidah satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam diri makhluk. Mari kita menjaganya, agar mulut dan lidah tetap sehat dan dapat menebarkan bau wangi dan menentramkan hati. Wallahu’alam. (****)

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More