intens.news
Mitra Informasi

Ngirup Cuko Setiap Pagi, Jadi Ritual Rutin Aspidsus Kejati Sumsel

0 74

Intens.news, PALEMBANG – Zet Tadung Allo, Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel), menyatakan meski baru beberapa bulan lalu ke kota Palembang, menurutnya makanan khas kota ini, khususnya pempek sudah sangat cocok di lidahnya.

Bukan hanya itu, Zet yang lahir dari Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, ini pun menyampaikan jika pagi hari tidak menghirup cuko rasanya tidak bersemangat untuk bekerja. Seakan menjadi ritual rutin yang mulai dibiasakan.

“Saya di sini (Palembang) sangat senang pempek kulit, tiap pagi saya minta pesankan sama asisten saya untuk beli pempek kulit setiap pagi,” tuturnya, saat disambangi diruangannya, Jum’at (25/9/2020).

Dengan semangat ia juga menceritakan selain pempek ia juga sangat menyukai pindang tulang khas kota Palembang. Menurutnya ia tidak pernah menghirup kuah seperti pindang selama ia hidup.

“Satu lagi itu saya sangat suka pindang tulang apalagi kalau masih hangat kuahnya bikin seger dan nafsu makan bertambah,” terangnya.

Dinyatakannya juga dulu sewaktu dirinya masih tinggal di Jakarta, jika temannya hendak bertugas ke Palembang selalu menitipkan membeli pempek kepada temannya. Namun sekarang tanpa perlu menunggu lama dirinya dapat menikmati makanan yang berbahan baku daging ikan dan tepung terigu ini.

“Bersyukurnya ya itu alhamdulillah saya dapat menikmati pempek setiap saat bahkan kerumah teman yang tinggal disini juga saya bisa disuguhkan pempek,” terangnya.

Selain bercerita makanan kesukaannya juga, laki-laki yang hobi bermain golf ini pun menceritakan masa perjalanan karirnya. Menurutnya ia mulai masuk Kejaksaan pada tahun 1995, bertugas di Kajati Makassar, yang mana saat itu hanya masih menjadi staf biasa.

Lalu selang satu tahun ia dipindahkan ke Kejaksaan Negeri Pontianak, namun disana karirnya tidak lama sehingga masih belum banyak cerita dan pengalaman kala itu. Kira-kira 6 bulan iapun dipindahkan lagi ke Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat dan disana ia bergabung menjadi anggota KPK.

Disanalah awal mula karirnya mulai terbentuk, setelah namanya mulai terkenal dikalangan KPK, iapun dipindahkan ke Kejaksaan Negeri Luwu, Sulsel.

Tidak lama kemudian ia pun akhirnya dipercaya sebagai Asisten pembinaan di Kejati Kalimantan tengah, Kejaksaan Negeri Palangkaraya dan Akhirnya dipercaya menjadi Asisten Tindak Pidana Khusus di Kejati Sumsel.

“Saya lupa tahunnya, soalnya banyak pindah selama masa muda saya. Ya alhamduliah sekarang tapi ini karena hasil kerja keras dan tidak pernah putus asa. Jatuh bangun itu pasti ada dalam karir tapi semuanya bisa diatasi asal mau bersyukur dari hal-hal kecil,” tuturnya.

Ia pun menceritakan bahwa bertugas di Kota Palembang membuat pria berusia 51 tahun ini harus tinggal terpisah dari keluarganya yang saat ini tinggal di Bintaro, Tangerang Selatan. Zet Tadung Allo menikah dengan wanita bernama Femy Msi dan dikaruniai dua orang anak yakni Riri (20) dan Rara (17).

Selama 25 tahun bergabung di Kejaksaan, Zet Tadung Allo SH MH telah mendapatkan tanda jasa atau prestasi. Di antaranya Satya Lencana Karya Satya 10 tahun dari Presiden Megawati Soekarno Putri dan Satya Lencana Karya Satya 20th dari Presiden Joko Widodo.

Dia menyatakan bahwa Dalam hidupnya ia memegang teguh keyakinannya yakni menjadikan dirinya manusia yang berguna untuk banyak orang lainnya.

“Karena menurutnya, membantu orang lain sama saja membantu diri sendiri dan membahagiakan orang lain akan memberikan kebahagiaan untuk diri sendiri dan untuk mampu bersyukur dari hal-hal yang kecil dan sederhana,” tuturnya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More