intens.news
Mitra Informasi

Nodong untuk Biaya Berobat Ibu, Parti Malah Keburu Diamuk Massa

0 18

Intens.news, PALEMBANG – Parti (27), warga Jalan Letda A Rozak Lorong Bakti Jaya Palembang diamankan aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Ilir Timur II Palembang usai diamuk massa lantaran melakukan aksi penodongan terhadap seorang perempuan yang diketahui berinisial VV.

Diakui Parti, dirinya nekat melakukan aksi penodongan karena membutuhkan uang untuk biaya pengobatan sang ibu yang sedang sakit stroke. Namun, aksi yang dilakukannya, Minggu (13/9), sekitar pukul 13.30 WIB diketahui oleh warga sekitar lantaran korban berteriak saat ditodongkan pisau oleh tersangka.

Tak hayal, Parti yang kesehariannya bekerja sebagai penebas rumput di TPU Kandang Kawat tersebut menjadi bulan-bulanan massa yang geram akan aksinya.

Saat diamankan di Polsek Ilir Timur 2 Palembang, tersangka yang juga diketahui sebagai residivis kasus narkoba dan pencurian ini mengaku nekat melakukan aksi penodongan tersebut dikarenakan membutuhkan biaya untuk pengobatan sang ibu yang sedang sakit stroke.

Aksinya tersebut dilakukannya pada saat dirinya keluar dari rumah yang hanya berjarak 100 meter dari lokasi kejadian.

Pada saat ingin pergi ke TPU kandang kawat untuk bekerja membersihkan rumput, tersangka melihat korban keluar dari mobil dengan membawa tas dan timbul niat tersangka untuk melakukan aksi kejahatan tersebut.

“Aku lagi butuh uang untuk ibu aku yang sakit stroke pak, terus untuk kebutuhan sehari-hari juga,” ujar Parti di Mapolsek IT II Palembang, Senin (14/9/2020).

Menurutnya, saat kejadian dirinya baru keluar dari rumah hendak menuju ke TPU kandang kawat. Namun ditengah perjalanan dirinya melihat ada seorang ibu keluar dari mobil menuju warung di sekitar TKP.

“Ketika lihat ibu itu turun dari mobil mau ke warung, terus kondisi juga sepi aku langsung mendekati korban. Terus saya bilang ‘Serahin Tas Kamu’. Terus kami tarik-tarikan tas, disitulah saya keluarkan pisau dari pinggang saya dan korban langsung berteriak dan warga lainnya langsung datang,” ceritanya.

Parti juga mengatakan, jika aksi penodongan tersebut bukanlah kali pertama dilakukan olehnya, berbekal senjata tajam tersangka pun mencari seorang perempuan untuk dijadikan sasaran empuknya.

“Ini yang kedua pak, sebelumnya aku beraksi di sana juga dan berhasil mendapatkan handphone, terus saya jual Rp700 ribu. Kalau yang ini keburu tertangkap masa,” kata Parti.

Sementara itu, Kapolsek Ilir Timur II, Kompol Mario Ivanry melalui Kanit Reskrim Ipda Ledi mengatakan, tersangka diamankan usai tertangkap oleh massa saat melakukan penodongan. Beruntungnya anggota kepolisian yang sedang patroli langsung mengamankan tersangka dan dibawa ke Polsek IT 2 Palembang.

“Tersangka ini sempat dimasa karena melakukan aksi penodongan terhadap seorang perempuan. Anggota yang sedang patroli langsung mengamankan tersangka dari aksi massa yang kesal dengan perbuatannya,” kata Ledi.

Atas perbuatannya, kini Parti harus kembali merasakan dingin sel tahanan. Dirinya pun terancam kurungan pidana hingga sembilan tahun. “Kita jerat tersangka dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal sembilan tahun penjara,” ucapnya.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More