intens.news
Mitra Informasi

Obat Alternatif Corona, Dari Minyak Kayu Putih Sampai Daun Kelor

0 37

KAMPUS Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang tampak sepi. Gerbang kampus yang biasanya ramai di padati para mahasiswa yang bercengkrama sambil menuju kampus kini berkurang drastis. Hanya beberapa orang saja yang terlihat berjalan kaki, sambil membawa tas ransel dan map besar berisi tugas akhir.

Itulah suasana lockdown di UIN Raden Fatah 1-14 Juli yang lalu.Meski kini kampus tersebut mulai kembali normal, namun kekhawatiran tidak bisa hilang begitu saja dari wajah-wajah generasi penerus bangsa yang kini masih menempa diri.

Di Sumsel, jumlah penderita Covid-19 mencapai 3.228 jiwa, dengan asumsi sebanyak 50-60 orang yang terinfeksi. Angka yang semakin mengkhawatirkan, dan hingga kini belum di temukan vaksin yang tepat untuk menghalau virus mematikan tersebut.

“Virus Corona ini konspirasi dunia, jangan terlalu khawatir. Cukup gunakan minyak kayu putih, di oleskan ke seluruh tubuh dan di oleskan di dalam masker. Dengan izin Allah nanti juga akan sembuh,” kutipan dari berbagai komentar di media sosial yang tersebar lewat ponsel kita.

“Minum saja air hangat perasan lemon atau jeruk purut. Saya minum setiap hari kok, dan hingga kini kondisi tubuh saya fit. Meski beberapa waktu lalu saya sempat khawatir karena pernah mengalami tanda-tanda seperti kena Covid,” ungkap salah seorang wartawan senior, Oktap Riyadi beberapa waktu lalu.

Obat Warung Hingga Herbal

Virus Corona bukan hanya membuat heboh dunia, namun benar-benar memberikan ancaman bagi manusia. Ketakutan pun tidak terhindarkan, hingga sempat membuat kepanikan. Warga beramai-ramai memborong masker, memborong vitamin C, bahkan memborong berbagai obat-obatan warung yang di anggap dapat menyembuhkan penyakit tersebut.

Seperti yang dialami Yansah,37, warga Palembang yang tinggal di kawasan Kertapati Palembang. Dia sempat tidak pulang kerumah selama dua minggu lebih, dan menyewa kost-kost-an untuk melakukan karantina pribadi.

“Saya tidak berani pulang kerumah, karena ada orang tua yang usianya sudah lanjut. Saya juga tidak berani kedokter atau kerumah sakit takut. Dan mungkin saya terkena virus itu,” kata dia.

Selama melakukan karantina dia tidak berhenti meminum vitamin dosis tinggi, kemudian meminum obat-obat warung seperti Dexamethasone dan lainnya. Hanya dalam waktu beberapa hari saja, tubuhnya kembali normal dan tidak merasa sesak nafas lagi.

Apa yang di alami oleh Yansah, merupakan gambaran yang sebagian besar juga pernah mengalaminya. Padahal, tanpa pemeriksaan tes SWAB dari laboratorium maka hasilnya juga tidak bisa di katakan positif ataupun negatif.

Demikian juga rapid test yang sering di lakukan secara massal. Hal ini juga tidak bisa menjamin apakah orang tersebut sudah terinfeksi atau ada penyakit lainnya yang “mirip” dengan Covid-19.

Banyak sekali warga Palembang yang hingga kini masih menggunakan obat-obatan herbal untuk menjaga kondisi tubuhnya. Selain jamu kemasan, warga sering kali mengkonsumsi beberapa tanaman yang di yakini dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Seperti Sambiloto, Meniran, Temulawak, Kunyit, dan Jahe. Cara mengolahnya sangat sederhana, tanaman tersebut di parut kemudian direbus dan airnya di minum.  

Tanaman Kelor Diburu Masyarakat

Siapa sangka, daun kelor juga bisa menjadi obat hebal yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh dari ancaman virus Corona. Daun kelor dari beberapa cerita rakyat, dapat berfungsi menjadi penawar ilmu kebal atau dapat pula menjadi anti ilmu hitam dan guna-guna. Daun kelor kini di buru masyarakat dan menjadi berkah tersendiri bagi Sumaina Duku, yang berjualan bibit daun kelor.

“Daun kelor ini memiliki khasiat dapat menyembuhkan virus Covid-19,” ungkap Kaprodi Jurnalistik UIN Raden Fatah Palembang ini.

Foto(Hasan Basri): Sumaina Duku dan bibit tanaman kelornya.

Menurut dia, meski belum ada penelitian ilmiah mengenai khasiat daun kelor, yang pasti saat ini permintaan bibit daun kelor meningkat tajam. Dan banyak yang memesan karena menurut beberapa orang pembeli, daun kelor berfungsi mengobati dan juga dapat menambah daya tahan tubuh.

“Saya memang hobi tanam-tanaman. Dan sejak Maret lalu, semakin banyak yang memesan bibit daun kelor,” ungkap dia.

Menurut Sumaina, bibit kelor yang dijualnya dikemas dalam polybag dengan ukuran sekitar 10-20 cm. Harga jual sendiri cukup variatif, mulai dari Rp25 ribu hingga Rp50 ribu per batangnya. Omzet penjualan sendiri bulan lalu mencapai Rp30 juta lebih.

“Sebenarnya saya sudah lama membubidaya tanaman kelor, tapi baru tren sejak pandemi Covid-19. Di Sulawesi hampir setiap orang menanamnya,” jelas dia.

Sumaina menjelaskan, cara mengkonsumsi kelor yakni daunnya di rendam dengan air panas kemudian di minum. Dan daun kelor juga dapat di konsumsi sebagai sayuran. Bahkan daun kelor juga dapat di jadikan masker dan sangat ampuh untuk menghilangkan jerawat.

Editor: Muhammad Uzair

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More