intens.news
Mitra Informasi

Ombudsman Sumsel Minta Pemkab OI Jawab LHP Pemecatan 109 Nakes

0 75

Intens.news, PALEMBANG – Ombudsman RI Perwakilan Sumsel berharap agar Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir (OI) segera menjawab surat laporan hasil pemeriksaan (LHP) tentang pemecatan 109 tenaga kesehatan yang telah dilayangkannya.

Kepala Ombudsman RI Sumsel, M Adrian, mengatakan, dalam surat yang dilayangkan tersebut, ada empat saran korektif yang diminta Ombudsman Sumsel.

“Harapan kami agar segera Pemkab OI menjawab surat yang sudah dilayangkan oleh Ombudsman dan sejauh mana yang sudah mereka lakukan,” katanya saat dikonfirmasi Intens.news, Senin (31/8/2020).

Adrian menambahkan, dalam LHP itu dirinya meminta saran korektif dari Pemkab Ogan Ilir selama 30 hari kerja (satu bulan)

“Akhir bulan Juli 2020 kemarin kita berikan LHP-nya, dan Minggu kemarin kita kirim surat resmi ke Pemkab Ogan Ilir, meminta perkembangan hasil saran korektif itu,” tambahnya.

Dari beberapa saran korektif itu, apa yang sudah dilakukan oleh Pemkab OI, bahkan sampai saat ini pihaknya masih menunggu balasan surat LHP itu.

“Kami monitoring lewat surat dulu, dan kami belum bisa menanggapinya karena belum dapat balasan, jadi sampai sejauh kita belum tahu sudah sejauh mana yang sudah mereka lakukan perbaikannya. Kalau memang jika ada kendala bisa langsung di buat dalam surat itu,” ungkapnya.

Namun, jika LHP itu sudah dibalas dan masuk ke Ombudsman, pihaknya akan mengoreksi malalui rapat bersama rekan-rekan asisten. Apakah saran korektif itu sudah dilaksanakan semua atau baru sebagian.

“Kami kepingin melihat keseriusan pihak Pemkab OI sampai sejauh mana, makanya surat itu penting bagi kami untuk mengetahui sejauh mana hal-hal yang sudah dilaksanakan,” katanya.

Tidak menutup kemungkinan, jika surat itu sudah sampai, maka ombudsman Sumsel langsung akan menurunkan tim untuk menelaah atau turun langsung kesana untuk meninjau saran korektif yang sudah mereka lakukan. “Atau pihak Pemkab OI kami panggil kesini untuk paparan saran korektif itu,” tuturnya.

“Kalau memang tidak ada tindak lanjut balasan dari sana, maka akan kita naikkan ke pusat, biar nanti pusat yang turun kesana dan dari pusat akan meninjau apakah rekomendasi akan diturunkan atau tidak,” pungkasnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More