intens.news
Mitra Informasi

Pakar Epidemiologi Ungkap Tingginya Kasus Kematian Akibat COVID-19 di Sumsel

0 83

Intens.news, PALEMBANG – Pakar Epidemiologi Universitas Sriwijaya (Unsri), Iche Andriany Liberty, menilai tingginya kasus kematian akibat Covid-19 di Sumsel di akibatkan oleh terlambat ditangani.

“Kebanyakan karena terlambat ditangani. Saya minta jika kondisi tubuh tidak sehat segeralah periksa ke dokter atau klinik terdekat, jangan sudah parah baru memeriksakan diri,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (22/8/2020).

Iche mengakui, ketakutan masyarakat untuk berobat ke dokter itu, di akibatkan oleh adanya stigma masyarakat yang positif Covid-19. Sehingga efeknya menimbulkan ketakutan untuk berobat.

“Pasien meninggal akibat telat berobat karena takut stigma. Jadi saya harap dengan dikeluarkan pergub protokol kesehatan ini semua pihak dapat berperan menghilangkan stigma tersebut,” imbuh dia.

Iche menjelaskan, kebanykan mereka yang meninggal sebelumnya mempunyai penyakit penyerta atau penyakit lama, seperti penyakit diabetes melitus (DM) dan hipertensi.

Sebab jika pasien Covid-19 yang mempunyai penyakit itu biasanya sulit untuk tertolong, terlebih jika mereka terlambat berobat. “Makanya kita minta mereka yang merasa sakit untuk segera berobat sehingga tidak lambat ditangani,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumsel, Tercatat tingkat kematian akibat Covid-19 selama empat bulan terakhir mencapai 5,5 persen dibanding tingkat angka kematian Nasional yakni 4,3 persen.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More