intens.news
Mitra Informasi

Pandemi Corona, LRT Sepi Penumpang

0 24

Intens.news, PALEMBANG – Pandemi yang terjadi lebih dari satu tahun terakhir membuat kereta api ringan (LRT) di Palembang sepi penumpang. Tingkat keterisian LRT menurun tajam dari 70 persen sebelum pendemi dan kini hanya menampung tidak lebih dari 30 persen penumpang.

Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan LRT Sumsel, Amanna Gappa, mengungkapkan, berbagai upaya dilakukan untuk mendongkrak jumlah penumpang mulai dari pemasangan iklan hingga himbauan di stasiun. Namun hal itu tidak mudah mengingat kebijakan Pemerintah yang juga membatasi jumlah penumpang di angkutan umum.

 “Ada kebijakan dari pusat tingkat keterisian selama pandemi batas maksimumnya 80 persen. Paling tidak kami mengejar pada angka itu,” ujar Gappa, Selasa (27/4/2021).

Gappa mengatakan, kapasitas maksimal satu rangkaian kereta api ringan Palembang mampu mengangkut sekitar 400 penumpang duduk dan berdiri. Dengan pembatasan kapasitas penumpang, paling tidak LRT diharapkan mampu mencapai lebih dari 200 penumpang per kereta.

Diakui Gappa, jumlah penumpang selama bulan Ramadhan belum mengalami peningkatan signifikan. Peningkatan jumlah penumpang diharapkan dapat terjadi usai bulan puasa, tepatnya pada libur hari raya Idul Fitri.

“Seperti yang kita lihat pada bulan Ramadhan tidak ada kenaikan signifikan, mungkin nanti saat lebaran kita harapkan bisa kembali normal,” beber Gappa.

Saat ini LRT mengoperasikan 7 rangkaian kereta (train set). Pihaknya pun menyiapkan 1 train set cadangan di Depo LRT yang berlokasi di Jakabaring. Gappa menyebutkan, masyarakat bisa menjadikan LRT sebagai moda transportasi utama, apalagi tarif LRT yang masih disubsidi pemerintah tersebut tergolong murah, yakni hanya Rp5.000 untuk antar stasiun dan Rp10.000 dari dan menuju bandara.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More