intens.news
Mitra Informasi

Pandemi, Guru TK dan PAUD Terancam Tutup

0 23

Intens.news, PALEMBANG – Belum jelasnya keberlanjutan sekolah saat pandemi Covid-19, menyisakan kegalauan orang tua dan kalangan pendidik. Hal ini juga berlaku di level taman kanak-kanak (TK) dan pendidikan anak usia dini (PAUD).

Selama pandemi, kebanyakan TK tidak menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar (KBM) normatif baik secara dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring).

Kini, di tengah ketidakpastian, banyak orangtua merasa harus menunda dulu keinginan untuk mendaftarkan anaknya ke TK dan PAUD. Hal tersebut berimbas selama pandemi banyak TK dan PAUD yang memilih tutup.

Ketua IGTK kota Palembang, Murianah menjelaskan, jumlah TK sudah banyak yang tutup. Sebelum pandemi ada sekitar 300 an, namun sekarang hanya sekitar 260 an TK yang aktif.

“Iya karena para orang tua menarik kembali anaknya dari sekolah. Bahkan ada yang tiba-tiba keluar saja dan itu sangat merugikan sehingga guru tidak dapat gaji,” ujarnya.

Berbeda dengan jenjang pendidikan lainnya, TK dan PAUD tidak dituntut untuk mengejar aspek akademis. Sebab untuk melanjutkan ke jenjang SD, anak didik lebih dipersyaratkan secara usia.

“Masalah honor guru di TK hanya Rp 300 ribu bahkan ada yang Rp 200 ribu perbulan. Jadi disini memang banyak sekali pihak yang dirugikan, baik orang tua, siswa dan pihak sekolah pun sama,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang TK/ PAUD Dinas Pendidikan Kota Palembang Bahrin mengatakan, dirinya mengakui di situasi pandemi ini banyak lembaga PAUD tutup karena mereka tidak memiliki murid.

Bahrin mengatakan, pihaknya sudah mengupayakan berbagai hal agar proses belajar di PAUD masih berjalan. Ia menekankan selama masa pandemi, pembelajaran di PAUD masih berjalan dengan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Selain itu, sekolah juga sudah diizinkan memakai dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan PAUD untuk biaya pelaksanaan PJJ maupun honor guru selama pandemi,” ujarnya.

Sementara itu Tika Kusmiati salah seorang tenaga pendidik di Taman Kanak-kanak mengatakan,dimasa pandemi covid-19 sekarang ini mengaku di rumah sementara waktu karena pihak dari TK tidak mampu untuk membayar gaji.

Mengingat pada masa pandemi covid-19 dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB)  di Taman Kanak-kanak termpat tikda mengajar jauh sekali berkurang sedangkan mengenai pembayaran gaji tergantung dari banyaknya jumlah siswa.

“Alasan orang murid enggan menyekolahkan anaknya lantaran takut tertular virus Corona,jika situasi kembali normal tidak terpapar virus corona lagi maka saya diperdayakan kembali menjadi tenaga pendidik di tempat TK saya mengajar dahulu.Sementara waktu saya dirumah membuka usaha kecil – kecilan dengan berjual macam – macam jenis kue dan juga dipasarkan melalui online,”pungkasnya.

Editor: Deddy Pranata

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More