intens.news
Memberi Informasi Bukan Sekedar Berita

Parah, Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang dan Sekitarnya

0 21

Intens.news, PALEMBANG – Dihari pertama minggu kedua bulan Oktober 2019, masyarakat Palembang dan sekitarnya disuguhi pekatnya kabut asap yang diduga akibat dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sebagian wilayah sumatera selatan (Sumsel). asap ini pun dinilai kondisi terekstrim selama musim kemarau di Palembang.

Dampak dari pekatnya kabut asap, tak sedikit warga yang mengeluh lantaran merasa tengorokan terasa nyeri, batuk-betuk dan mata terasa perih. Seperti yang diuangkapkan oleh salahsatu pengendara motor yang ada di palembang.

“Hari ini mungkin yang paling parah asap di kota palembang, kalau pagi jarak pandang sekitar 5 sampai 20 meterlah,” ujar Yayan warga Palembang ini. Senin (14/10/2019)

Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang, Ari, mengungkapkan, di wilayah Sumsel berapa pekan lalu telah diguyur hujan asap beguyur hilang. Tapi setelah dua atau tiga hari, Palembang kembali diselimuti asap hari ini paling parah.
“Harusnya pemerintah cepat mengambil tindakan. Kok terulang lagi terulag lagi kebakaran dan asap yang sangat mengganggu kesehatan,”singkatnya.

Dilansir dari Website BMKG Sumsel, Fenomena Asap sendiri diindikasikan dengan kelembapan yang rendah dengan partikel-partikel kering di udara, mengurangi jarak pandang, beraroma khas, perih di mata, mengganggu pernafasan dan matahari terlihat berwarna oranye/merah pada pagi dan sore hari.

Hal ini berpotensi memburuk jika adanya campuran kelembapan yang tinggi (partikel basah/uap air) sehingga membentuk fenomena Kabut Asap (Smog) yang umumnya terjadi pada pagi hari. Jarak Pandang Terendah pada pagi hari tanggal 14 Oktober 2019 berkisar hanya 50-150 m dari jam 06.30-08.30 WIB dengan Kelembapan pada saat itu 95-96% dengan keadaan cuaca Asap (Smoke) yang berdampak 7 (tujuh) penerbangan di Bandara SMB II Palembang mengalami delay (tertunda).

Sebelumnya tanggal 3 oktober 2019, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana dan Pendaruratan BPBD Sumsel, Ansori mengatakan, Tebalnya kabut asap kembali menyelimuti kota Palembang diakibatkan meningkatnya jumlah titik hotspot di sebagian Sumsel.

“Akibatnya faktor cuaca panas, pemicunya timbul titik api di lahan gambut. Berdasarkan pantauan monitoring dari kantor BPBD Sumsel, jumlah titik api di Sumsel kini mencapai 609. data 609 titik api tersebut diterima sejak tanggal 1 Oktober,” katanya

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More