intens.news
Mitra Informasi

Pasca Banjir, 20 Hektar Lahan Padi Terancam Gagal Panen

0 10

Intens.news, LAHAT – Dampak banjir yang terjadi di Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, mengakibatkan 20 hektar lahan padi terancam gagal panen. Gagal panen padi karena batang padi disapu banjir. 

Menurut Camat Tanjung Sakti Pumi Yefri Kurniawan SSTP, lahan padi yang rusak akibat bencana banjir tersebar di 4 desa, yakni Desa Penandingan, Negeri Kaya, Tanjung Bulan dan Tanjung Sakti.

“Tercatat lahan padi di seluruh desa tersebut mencapai 20 hektar. Lahan itu disapu banjir sehingga batang padi sebagian besar sudah rebah. Hal itu membuat petani gagal panen,” kata dia, Rabu (12/05).

Yefri menambahkan, Bupati Lahat sudah meninjau secara langsung lahan padi yang terdampak banjir. Banjir yang terjadi tersebut merupakan luapan dari sungai Penindaian dan Beringin.

“Sudah ditinjau Bupati Lahat beserta instansi terkait. Semoga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di Kecamatan Tanjung Sakti Pumi,” ujarnya.

Sementara itu, Kades Negeri Kaya Budi Hermanto menuturkan, air yang masuk ke lahan padi di desanya karena air terlampau besar, ditambah ada tunggul pohon besar yang hanyut, sehingga menghalangi laju air disungai.

“Airnya masuk dari hulu lahan padi, masuk ke lahan dan menyapu sebagian besar lahan padi. Padahal sekitar 3 minggu lagi petani akan panen padi,” tuturnya.

Terpisah, Holnah salah seorang petani yang terdampak banjir mengaku, hantaman air terjadi begitu cepat, air menggenangi lahan padi setinggi paha orang dewasa.

“Itu bekasnya masih ada di dinding pondok, jadi tingginya segitu. Lahan ini merupakan lahan warisan, dan menjadi tumpuan kami untuk mencukupi kebutuhan pangan sehari hari, kalau sudah begini, apa boleh buat, panen seadanya saja. Biasanya masih dapat 1,5 ton, namun setelah diterjang banjir, dapat 200 kilogram saja sudah syukur sekali,” terangnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More