intens.news
Mitra Informasi

Pasca Dibuka, Jumlah Kendaraan yang Melintas di Tol Palembang Kayu Agung Terus Meningkat 

0 168

Intens.news, PALEMBANG – Deputi Pembangunan Jalan Tol Palembang-Kayuagung PT Sriwijaya Waskita Tol, Yusuf Ar Rosadi mengatakan, sejak dibuka secara resmi pada 1 April 2020 lalu, jumlah kendaraan yang melintas di Tol Palembang-Kayu Agung terus menunjukkan peningkatan.

Pada bulan pertama dibuka rata-rata jumlah kendaraan per hari mencapai 6000-7000 kendaraan, pada bulan Mei saat mulai diberlakukan PSBB terjadi sedikit penurunan sekitar 6500 kendaraan rata-rata per hari dan pada bulan Juni melonjak menjadi 10.000 kendaraan rata-rata per hari.

“Mungkin karena sekarang lebih longgar, tidak seperti saat ada larangan mudik penyekatan sangat ketat bagi yang akan menyeberang di Merak dan Bakaheuni. Dari catatan kami mulai jumlah volume kendaraan kini terus naik, dari tanggal 1 juli sampai sekarang jumlahnya sudah diatas 10.000,” katanya.

Namun, sejak dibuka sampai sekarang, untuk kondisi jalan Tol Palembang-Kayu Agung kini mengalami kerusakan pada beberapa bagian jalan terlihat bergelombang dan berlubang. Kondisi ini menyebabkan kendaraan harus ekstra hati-hati mengingat sebagian kendaraan menggunakan kecepatan tinggi saat melintas di jalan tol.

“Kerusakan disebabkan karena jalan tidak mampu menahan beban kendaran muatan berlebih yang melintas, karena kendaraan banyak ODOL (Over Load Over Dimension) nya. Selain itu, saat baru dibuka traffic langsung tinggi dan ditambah pengaruh cuaca hujan terus, jalan jadi semakin cepat rusak,” ujarnya.

Menurut Yusar, kendaraan angkutan berat yang melebihi dimensi dan kapasitas paling banyak berasal dari Pulau Jawa yang menuju Jambi. Hal ini tampak jelas dari tingkat kerusakan jalan yang tidak seimbang dikedua ruas jalan tol.

“Kalau kita lihat kerusakan itu banyak di Jalur Ambon (Jakarta-Palembang) dibanding Jalur Bandung (Palembang-Jakarta) karena muatannya banyak dari Jakarta ke arah daerah,” beber Yusuf.

Ia mengaku, pihaknya terus melakukan perbaikan jalan pada titik-titik kerusakan jalan. Hanya saja, kendaraan berat yang melebihi dimensi dan kapasitas tetap saja terus melintas sehingga kerusakan jalan terus berulang.

“Kami berharap Pemerintah lebih ketat untuk membatasi kendaraan ODOL itu karena jalan yang kami bangun tidak memperhitungkan beban kendaraan dengan kelebihan muatan. Paling efektif itu diawasi saat penyeberangan kapal, kalau sudah masuk tol kami tidak bisa menolak,” tandasnya.

Editor : Ridiansyah

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More