intens.news
Mitra Informasi

Pasca Insiden Peluru Nyasar, Polda Sumsel Evaluasi Penggunaan Senjata Api

0 17

Intens.news, PALEMBANG – Pasca insiden peluru nyasar yang diduga dari senjata api milik anggota Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Selatan yang melukai warga sipil saat penyergapan bandar narkoba beberapa hari lalu, Polda Sumsel akan melakukan evaluasi terkait penggunaan senjata api.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri mengatakan, internal Polri yang terdiri dari Divisi Propam, SDM dan Irwasda telah melakukan evaluasi terkait kejadian peluru nyasar yang diduga berasal dari senjata api milik anggota.

“Kalau nantinya terbukti ada kelalaian dari anggota tentu akan kita tindak sesuai dengan aturan,” ujar Eko, Jumat (13/11/2020).

Selain itu, kata Eko, pihaknya juga akan melakukan evaluasi terkait keamanan penggunaan senjata api, termasuk kondisi kejiwaan anggota dan pelatihnya akan periksa.

“Terkait hal – hal kejadian peluru nyasar ini akan menjadi bahan kami dalam mengambil kebijakan kedepannya,” jelasnya.

Sebelumnya, seorang mahasiswa di kota Palembang bernama Febri Julian Saputra (23) diketahui terkena peluru nyasar yang diduga dari senjata api milik anggota Ditresnarkoba Polda Sumsel saat menyergap pelaku narkoba di Jalan A Yani, Kecamatan Seberang Ulu II depan STIE Akubank Selasa (10/11) sekitar pukul 22.10 WIB.

Akibatnya terkena peluru nyasar tersebut, korban mengalami luka yang diakibatkan oleh peluru pada bagian bahu sebelah kanan dan dilarikan ke rumah sakit.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More