intens.news
Mitra Informasi

Pasca Pensiun, Penyerang Sriwijaya FC Ini Ingin Jadi Pelatih

0 3

Intens.news, PALEMBANG – Penyerang Sriwijaya FC, Rudiyana, sepertinya akan tetap melanjutkan karir di dunia sepakbola pasca pensiun sebagai pemain. Indikasi Rudiyana bakal tetap berada di dunia si kulit bundar, terlihat dengan keputusannya yang mengikuti kursus kepelatihan lisensi C PSSI.

Lahir di Bandung, 4 Mei 1992, usia Rudiyana memang baru 28 tahun. Usia emas bagi seorang pesepakbola yang tengah berada di puncak karir. Kendati perjalanan karirnya sebagai pemain masih cukup panjang, namun Rudiyana sudah ancang-ancang memikirkan karir selanjutnya.

Menjadi pelatih sepakbola adalah tujuannya. Ya, Rudiyana ingin tetap berada di bench pemain sebagai juru taktik, usai tak lagi merumput di lapangan hijau. Keputusan yang banyak dilakukan pesepakbola setelah pensiun.

Selain Rudiyana, kursus kepelatihan lisensi C PSSI, juga diikuti sejumlah pesepakbola profesional Tanah Air lainnya. Sebut saja Deden Natsir, I Gede Sukadana, Rizky Pora, bahkan sampai Boaz Salossa.

Rudiyana mengikuti lisensi kepelatihan selama 15 hari mulai tanggal 1 hingga 16 November mendatang, di Bali. “Rencananya di Bali. Jadi lesson itu kalau dari surat undangannya itu pemain dari Bandung-nya Dede Natsir, Agung Mulyadi, ada kakak Boas juga,” ungkapnya.

Eks penyerang Persis Solo itu senang, dirinya dapat mengikuti kursus lisensi kepelatihan dari PSSI. Lisensi kepelatihan tersebut sangat penting bagi masa depan Rudiyana, apabila kondisi fisiknya sudah tidak memadai dan memutuskan untuk gantung sepatu sebagai seorang pesepakbola.

Pemilik nomor punggung 29 itu akan memanfaatkan secara maksimal kesempatan serta ilmu yang didapat dari kursus lisensi C PSSI tersebut. “Itu pegangan, untuk masa depan saya nanti setelah nggak main bola lagi. Kalau ada kesempatan dari sekarang kenapa enggak,” ujar Rudiyana.

Jebolan Persib Bandung U-21 itu juga berniat untuk tetap menekuni dunia si kulit bundar dengan menjadi pelatih, apabila dirinya telah pensiun nantinya. “Jadi saat badan saya udah gak mampu main bola lagi mungkin insya allah saya bisa melatih,” bebernya.

Pesepakbola asal Kecamatan Bojongsoang Bandung itu juga telah mendapat dukungan dari keluarga, terkhusus support dari sang istrinya. Rudiyana menuturkan, dukungan tersebut selalu ada karena dirinya yang sejak awal telah berkecimpung di dunia sepakbola.

Editor: Sadam

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More